Foto : Ilustrasi Polres Tobasa

Medan, Seruu.com-  Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Sumut, Liston Hutajulu ST mendampingi keluarga korban tewas Andi Pangaribuan yang dianiaya di Sel Tahanan Polres Tobasa. Dia pun mempertanyakan kejelasan penanganan kasus tersebut ke Kejatisu, Senin (1/8).

 

Dalam pesan yang diterima Redaksi Seruu.com, Kehadiran mereka diterima oleh Anwar Ketaren SH dan Ardan Sinaga bagian Pidana umum, yang juga jaksa bersangkutan langsung yang menangani kasus ini.

Bernard Simaremare SH Kuasa Hukum Keluarga korban dalam pertemuan tersebut mempertanyakan sejauh mana penanganan kasus tersebut. Alasannya, berkas (P18) yang dari Poldasu kini berada di Kejatisu.

Menjawab pertanyaan itu, Anwar Ketaren mengatakan, bahwa berkas-itu kini sudah diserahkan kembali ke Poldasu dengan status (P19) untuk dilengkapi sesuai prosedur oleh pihak Poldasu. Sampai saat ini Kejatisu masih menunggu kelengkapan berkas dari Poldasu.

Menanggapi hal itu, Pospera dan keluarga Korban berharap, demi penegakan hukum, Bernard meminta Kejatisu agar benar-benar menangani kasus ini. Dan juga agar tidak terpengaruh status tersangka sebagai anggota Kepolisian. "Saya minta Kejatisu menangani perkara ini secara profesional", ucap Bernard.

Benny Pangaribuan abang kandung korban meminta ketegasan para penegak hukun, sehingga pelaku di tangkap. "Saya akan mencari Keadilan sampai ke ujung dunia hingga pelaku di tangkap dan di Adili . padahal kasus ini sudah 9 bulan berlalu sampai saat ini pelaku belum di tahan. Ada apa penegak Hukum Di Sumut ini , memang betul masyarakat kecil di Republik ini selalu korban kebiadaban," kata Benny abang kandung korban.

Dalam pertemuan itu Liston juga menyampaikan, Marga Pangaribuan menaruh harapan kepada penegak Hukum agar menjalankan tugas dan fungsin pokoknya sebagai mengayomi masyarakat. Ditambahkannya lagi, Punguan marga Pangaribuan se-Kabupaten Tobasa meminta agar Anggota DPRDSU dari Dapil Tobasa menyuarakan hal ini. "DPRDSU Dapil Tobasa jangan ikut diam dalam kasus ini, jangan waktu kampanye merebut hati rakyat, " kritik Liston.



 

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU