bom solo (istimewa)

Seruu.com - Tragedi bom bunuh diri yang terjadi di Solo, Jawa Tengah, pada 5 Juni 2016, ternyata menjadi sorotan bagi investor asing. Para investor pun sempat mempertanyakan stabilitas ekonomi Indonesia setelah terjadinya bom Solo yang menewaskan satu orang tersebut.

"Sempat investor dari luar tanya. Kita sudah beri penjelasan bahwa itu bukan hal yang berdampak langsung maupun tidak langsung pada perekonomian," kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani.

Menurut Rosan, tragedi bom Solo tidak berdampak signifikan terhadap dunia usaha di Indonesia. Karena itu, para investor diimbau tidak terlalu terpengaruh terhadap aksi teror yang baru saja terjadi. "Yang di Solo, saya rasa masyarakat kita sudah tahan dari kejadian bom yang terjadi, recovery cepat," ungkap Rosan.

"Terjadi di bulan puasa, pas pengusaha juga slow down saat Lebaran ya. Dampaknya sangat minim secara keseluruhan. Saya lihat bom ini enggak ada artinyalah," ujrnya.

Senada dengan Rosan, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan, bom Solo ini tidak berdampak terhadap ekonomi Indonesia. Mirza pun mengimbau masyarakat Tanah Air tak lagi takut dengan ancaman teror.

"Aparat keamanan kan dengan sigap mengatasi, jadi dampak kepada kekhawatiran masyarakat juga tidak terlalu banyak sehingga aktivitas ekonomi tidak berdampak banyak," jelas Mirza.

"Kita memang juga tidak boleh takut dengan ancaman teror. Aktivitas ekonomi seharusnya tetap berjalan normal," tutupnya. [end]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU