Seruu.Com – Terkena sanksi administrasi dua perusahaan tambang di Samarinda di segel. Keduanya dianggap tak pro lingkungan. Sanksi dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berupa penyegelan. Yakni terhadap PT Cahaya Energi Mandiri (CEM) dan PT Energi Cahaya Industritama (ECI). Kementerian yang dipimpin Siti Nurbaya ini juga menjatuhkan sanksi kepada PT Pengelola Limbah, Kutai Kartanegara (Kukar) yang beroperasi di Samboja, Kukar.

Bagi perusahaan tambang, KLHK memberi waktu 120 hari untuk berbenah. Sementara perusahaan limbah, diberi batas waktu 90 hari. Apabila lewat dari waktu yang ditentukan, berdasarkan UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, maka perusahaan terancam hukuman pidana 1 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. Pernyataan tersebut diungkapkan Direktur Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administratif KLHK, Rosa Vivien Ratnawati kepada Kaltim Post di lokasi penyegelan di Samboja dan Samarinda, kemarin (22/3).

Vivien mengungkapkan, sebelum pemerintah pusat memutuskan menjatuhkan sanksi administratif terhadap tiga perusahaan tersebut, terlebih dulu melakukan monitoring. Dilaksanakan oleh pejabat pengawas lingkungan hidup sepanjang Februari 2016. “Dan ditemukan banyak pelanggaran,” ungkapnya. Seperti apa pelanggarannya? Khusus PT Pengelola Limbah Kutai Kartanegara, perusahaan yang beroperasi sejak 1990-an itu dinyatakan tak optimal dalam mengelola limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Limbah dibuang tak sesuai standar sehingga mencemari lingkungan mengancam kesehatan. (s/km)


 

KOMENTAR SERUU