Anak yang mengaku sebagai korban penjualan manusia oleh ibu kandungnya melapor ke Polres Simalungun. Foto: Rivay Bakkara/Seruu.com

Simalungun, Seruu.com - Seolah kiamat telah dekat, seorang ibu tega menjual anak kandungnya kepada  pria hidung belang di lokalisasi Bukit Maraja, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Sebut saja Bunga (17), dipekerjakan  sejak tahun 2012 silam sebagai Pekerja Seks Komersil (PSK) di kafe Sinar Rezeki yang dikelola oleh Lis (35), ibu kandungnya sendiri. Ia sering dianiaya, setiap kali hendak berusaha pergi meninggalkan lokalisasi tersebut.

Tak hanya Bunga yang jadi korbannya, Agl (17) dan Lrs (19) yang juga warga Depok, Jawa Barat ikut mengalami kejadian yang sama. Laras masih merupakan keponakan pelaku, sedangkan Angel adalah tetangga pelaku di kampung halamannya.

Didampingi Renaldi (19) abang puput, ketiganya mendatangi unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polres Simalungun untuk membuat pengaduan, Rabu (28/01/2015).

Bersama Renaldi mereka berhasil melarikan diri dari lokalisasi pada Senin malam. Setelah berhasil kabur,  sementara waktu mereka tinggal di rumah makan Minang Melayu, di Jalan Sisingamangaraja, Pematang Siantar.

Puput mengaku, kalau dirinya sebelumnya tinggal di Citayam, Depok, Jawa Barat. Namun tahun 2012 ia dibawa ibunya untuk bekerja di Sumatera Utara. Sesampainya di lokalisasi, selama tiga bulan dipekerjakan sebagai pelayan kafe. Sering berjalan waktu, Bunga pun dipaksa untuk melayani pria hidung belang.

Berbeda dengan Lrs, begitu sampai di lokalisasi ia langsung disuruh melayani pria hidung belang. Setiap melayani tamu  mereka harus setor 300 ribu kepada ibunya, selebihnya buat mereka. Jika uang tak sampai sejumlah itu maka seluruhnya diambil sang ibu sekaligus mucikari mereka.

Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Wilson Pasaribu menjelaskan pihaknya telah menerima laporan atas kasus penjualan orang dan penganiayaan tersebut. Untuk selanjutnya akan dilakukan penyelidikan.

"Kita telah menerima laporannya, penyidik kita sedang mendalami untuk kita proses selanjutnya," tandasnya. (Rivay Bakkara)

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU