Foto: Ilustrasi (dok.Seruu.com)

Jakarta, Seruu.com - Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, pada 15 September 2013, pukul 02.51 WIB mengakibatkan ribuan orang mengungsi.

“Kami turut prihatin dengan bencana erupsi Gunung Sinabung tersebut,” kata Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri di kantor Kementerian Sosial (Kemensos) di Jakarta, Rabu (18/9).

Untuk itu, kata Salim, Kemensos telah bergerak ke  lokasi bencana dengan berbagai paket bantuan bufferstock dan lauk pauk serta personil Taruna Siaga Bencana (Tagana) guna melakukan tindakan pasca darurat.

“Dikerahkan sebanyak 95 personil Tagana untuk membantu evakuasi dan pendirian dapur umum di Kaban Jahe,” ujar Mensos.

Sebagai respon cepat terhadap bencana, Kemensos melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) terhitung 15 September 2013 menugaskan dua orang melakukan pendampingan sosial bagi petugas Dinas Kesejahteraan dan Sosial Provinsi Sumatera Utara dalam upaya pelayanan kepada pengungsi di masa kedaruratan.

“Semua jajaran Kemensos terus memonitor kondisi di sana, ditambah mengirimkan dua petugas pendampingan serta melakukan pelayanan kepada para pengungsi, ” tandasnya.

Laporan terakhir Dinas Sosial, Rabu (18/9) pukul 13 WIB dari lokasi menyebutkan, bencana erupsi mengakibatkan 10 desa dikosongkan dan 11.662 jiwa mengungsi di 21 titik pengungsian, antara lain: Jambur Sempakata, 2308 jiwa; Klasis GBKP  800 jiwa; GBKP Kota (Gd.KKR) 1200 jiwa; GBKP Kota (Gd Serbaguna) 239 jiwa; Jambur Payung 1500 jiwa; KWK Berastagi (perempuan) 1300 jiwa.

Juga, di Klasis Berastagi (laki-laki) 381 jiwa. Masjid Istikar Berastagi 174 jiwa; Masjid Agung 182 jiwa; Zentrum (PPWG Kabanjahe) 339 jiwa; GBKP Simp VI 220; Paroki (Gereja Katolik Kabanjahe) 50 jiwa: Jambur Tuah Lopati 200 jiwa. Loso Tiganderket 1400 jiwa; Tanjung Pulo 500 jiwa; KNPI (Gd Serbaguna) 100 jiwa; GBKP Sukamakmur (Retreat Center) 200 jiwa; GBKP Jalan Kotacane 190 jiwa; Sekolah Taman Doa Ora Et Labora 29 jiwa serta Posko Tongkoh (Jambur Tongkoh) 350 jiwa.  Total pengungsi sebanyak 11.662 jiwa.

Menurut Mensos, Tagana telah mendirikan dapur umum di 6 titik pengungsian didukung 95 personil, juga mendirikan tenda di 8 titik pengungsian lainnya. Dinas Sosial sudah mendirikan posko di Gedung KNPI dan hari ini sudah diserahkan bantuan ikan asin sebanyak 600 kg dan sayuran yang disebar di 21 titik pengungsi tersebut.

“Hingga hari ini, dari lokasi bencana erupsi gunung Sinabung tercatat satu orang meninggal dunia karena sakit jantung,” terangnya.

Bantuan tahap awal dari Dinas Sosial Kabupaten Karo,  sebanyak 3 ton beras, selimut 3000 lembar.  Sementara, dari Dinas Kesejahteraan dan Sosial  Provinsi Provinsi Sumatera Utara, sebanyak  600 lembar kain sarung, selimut 600 lembar, 3600 daster, 700 kaos berkerah dengan nilai Rp 304.181.000.

Bantuan tahap lanjutan, kata Mensos, dari Gudang Kementerian Sosial berupa; lauk Pauk sebanyak 10.000 paket dikirim pada 16 September 20013 dengan nilai Rp 637.450.000.

“Total Bantuan dari Kemensos Rp 941.631.000. Dengan bantuan tersebut, diharapkan bisa meringankan beban mereka di pengungsian,” harapnya. (ary)

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar