Pelaku pembunuhan menunjukkan barang bukti. (Foto: Prayitno/Seruu.com)

Purbalingga, Seruu.com - Pelaku pembunuhan Ari Dwi Restiana alias Ana (19) karyawan butik Sambas warga Desa RT 05/04 Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet, Purbalingga (Jateng), akhirnya berhasil dibekuk oleh jajaran Polres Purbalingga. Tersangka Yogi Prasetyo (23) warga RT 06/05 Kelurahan Kalikabong,Kecamatan Kalimanah, Purbalingga ditangkap saat berada di Tangerang, Banten.

Pembunuhan itu terungkap setelah mayat korban ditemukan warga di sebuah bak mandi di area bumi perkemahan Munjuluhur, Kecamatan Bojongsari, Senin (26/8/2013). Sementara pelaku mengaku membunuh korban pada Kamis (22/8) sekitar pukul 12.00 WIB.

Kapolres Purbalingga AKBP I Ketut Suwitra Adnyana yang didampingi Kasat reskrim AKP Sardji dalam keterangan persnya, Jum’at (30/8) mengungkapkan, sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan terdiri satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna hijau nopol R 3805 EL milik korban, satu buah HP merk Mito warna merah milik korban, 1 buah pisau dapur dengan kondisi lepas dari gagangnya, satu stel pakaian korban meliputi BH warna ungu, celana jeans warna hitam pensil, celana dalam warna merah trotol hitam, kerudung warna biru, baju kaos warna biru, gasper warna hitam dengan timangan berbentuk hati ada tulisan ‘Love’ warna silver serta kaos dalam warna putih.

“Pelaku menghabisi korban dengan batu yang diambil dari sekitar lokasi dan menggunakan pisau dapur yang dibeli di pasar,” kata Suwitra.

Sardji menambahkan, tindakan pelaku membunuh korban yang juga pacarnya merupakan pembunuhan berencana. Pelaku dijerat dengan pasal 340 KUHP, pasal 339 KUHP, pasal 365 ayat (3) KUHP jo pasal 65 ayat (1) KUHP. “Pelaku diancam dengan hukuman maksimal berupa hukuman mati,” tambah Sardji.

Sardji merinci, setelah melakukan olah Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) di lokasi penemuan mayat pada 26 Agustus 2013 sekitar pukul 14.00 WIB dan  mempelajari hasil otopsi, pihaknya menerjunkan tim yang dipimpin Iptu Andry Ilyas, SH untuk melakukan penyelidikan.

Hasil penyelidikan mengarah kepada pacar korban. Polisi sempat mencari pelaku di rumahnya di Kelurahan Kalikabong, Kecamatan Kalimanah. Namun, pelaku rupanya sudah kabur ke Tangerang,  Banten.

Pada hari Selasa (27/8) maam tim selanjutnya berangkat untuk melacak keberadaan pelaku di rumah kerabatnya di Tangerang.

Pada Rabu (28/8) pagi sekitar pukul 10.00 WIB pelaku berhasil dibekuk dan selanjutnya dibawa ke Polres Purbalingga. ”Saat berada di Tangerang, pelaku sempat bekerja di proyek bangunan,” ungkap Sardji.

Beli Pisau di Pasar

Sementara itu pelaku YP saat ditanya wartawan mengungkapkan, dirinya menyesal telah membunuh korban Ari yang juga pacarnya. ”Saya menyesal karena telah membunuh Ari,” ungkapnya.

YP mengaku, dirinya terpaksa membunuh YP karena korban Ari marah kepada dirinya. Rasa marah itu karena upaya menggugurkan kandungan tidak berhasil. ”Saya sudah habis uang sekitar Rp 900 ribu, namun kandungan yang sudah 3 bulan tidak gugur,” aku YP yang sudah memiliki istri dan satu orang anak ini.

Sebelum membunuh, YP sempat dikontak Ari untuk bertemu di Purbalingga. YP kemudian memboncengkan korban dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio milik korban. YP kemudian menuju ke pasar Segamas untuk membeli pisau dapur. ”Saat membeli pisau seharga Rp 5.000,- , Ari saya minta menunggu di sepeda motor. Saya pamitnya mau menemui teman sebentar di pasar,” ungkapnya.

Pelaku dan korban kemudian memutuskan untuk ke Batur Raden melalui jalur Sumbang, Banyumas. Namun setelah melewati sekitar obyek wisata Curug Ceheng di wilayah Sumbang, korban meminta kembali ke Purbalingga. Pelaku kemudian bersama korban menuju bumi perkemahan Munjuluhur, Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsari, Purbalingga. Di tempat inilah, pelaku menghabisi korban.

”Saat berada di pepohonan, saya pukul kepala Ari dengan batu sebanyak tiga kali. Kemudian perutnya saya tusuk dengan pisau. Dada dan leher juga saya tusuk. Setelah Ari diam saja, lalu saya masukan ke bak mandi yang kosong,” ujarnya.

Pelaku kemudian meninggalkan mayat Ari dan membawa kabur sepeda motor milik Ari. Sepeda motor itu digadaikan kepada salah seorang temannya di Kalikabong seharga Rp 3 juta.

Puluhan Kali Berhubungan Intim

Pelaku yang sudah punya seorang istri dan satu anak mengaku sudah puluhan kali berhubungan intim dengan korban Ari. Hampir setiap kali bertemu melakukan hubungan intim. ”Ya lebih sepuluh kali. Kami melakukannya di sebuah losmen di Batur Raden dengan harga per kamar sekitar Rp 80 ribu,” akunya.

Pelaku mengaku, meski sudah mempunyai istri dan satu anak namun tidak berkumpul layaknya sebuah keluarga. Orang tua istrinya tidak menyetujui hubungan keduanya. Sehingga pelaku mencari pacar lagi dan bertemu dengan korban. Bahkan, pelaku mengaku ia menikahi istrinya juga karena sudah hamil dahulu. ”Yang menghamili bukan saya, tapi saya diminta menikahi,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, penemuan mayat perempuan tanpa identitas di area Bumi Perkemahan Munjulluhur, Desa Karangbanjar, Kecamatan  Bojongsari, Senin (26/8) siang sempat menggemparkan warga. Mayat korban ditemukan di dalam bak mandi WC nomor dua yang sudah tidak terpakai.

Korban ditemukan dalam keadaan membusuk. Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh Tofik Hidayat (13) warga Desa Karanggambas, Kecamatan Padamara, Minggu (25/8) siang. Namun saksi baru memberi tahu penemuan mayat itu pada penjaga buper sehari berikutnya. Penjaga Buper Munjulluhur, Ebit Priyanto (27) yang mendapat laporan dari anak-anak tersebut lalu mengecek kebenarannya. Setelah dipastikan ternyata ada mayat perempuan, ia lalu melapor ke Polsek Bojongsari perihal penemuan mayat tersebut. [PY]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar