Puluhan massa gabungan dari beberapa LSM menggelar aksi di depan gerbang Kedubes Amerika Serikat (AS), Mereka Kedatangan Menlu AS Hillary Clinton dan Nyatakan Nasionalisasi Freeport (Foto: Nurul Ainiyah/Seruu.com)

Timika, Seruu.Com - Sekitar 1.200 pekerja di tiga perusahaan kontraktor PT Freeport Indonesia, yaitu PT Jasti Pravita, PT Osato Seike dan PT Srikandi Mitra Karya, mengancam akan mogok kerja selama sebulan terhitung mulai hari ini Selasa (30/4/2013) pukul 06.00 WIT hingga 31 Mei 2013. Aksi dilakukan menyusul gagalnya perundingan terkait pemberlakuan Upah Minimun Sektoral Kabupaten (UMSK) Mimika.

"Tidak kunjung adanya titik temu dari pembicaraan tersebut membuat pengurus PUK SPSI dari tiga perusahaan kontraktor PT Freeport Indonesia memutuskan untuk melakukan aksi mogok," papar Ketua Pengurus Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan (SP-KEP) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PT Jasti Pravita, Irwanto Hassan, di sekretariat SPSI JOS, Jl Perintis Timika, Senin (29/4/2013) sore.

Sesuai keputusan Gubernur Papua yang berlaku resmi sejak 1 Januari 2013, UPMS yang harus dibayarkan oleh perusahaan kepada pekerja dengan basis gaji terendah sebesar Rp11.850 per jam atau sekitar Rp2.050.000 untuk 173 jam kerja. Namun tiga perusahaan itu sampai saat ini masih memberikan gaji kepada pekerja dengan basis terendah sebesar Rp7.874 per jam.

"Kesenjangan ini sudah berlangsung puluhan tahun. Ada rekan-rekan kami yang sudah bekerja belasan tahun menerima upah tidak sesuai dengan standar UMSK yang ditetapkan pemerintah. Selama ini terjadi eksploitasi besar-besaran terhadap pekerja," kata Irwanto.

Para pekerja masih membuka diri untuk berdialog dengan manajemen ke tiga perusahaan serta pihak-pihak terkait lainnya agar aksi mogok kerja tidak jadi dilaksanakan. Namun PUK SP-KEP SPSI ke tiga perusahaan itu menegaskan bahwa aksi mogok kerja bisa dibatalkan jika masing-masing perusahaan konsekuen menerapkan SK Gubernur Papua Nomor 192 tahun 2012 tentang UMSK.

"Kami masih membuka diri kepada pihak manajemen perusahaan. Sampai saat ini kami masih tetap menunggu dan menginginkan adanya titik temu. SK Gubernur Papua adalah acuan kami," tutur Irwanto.

Selama berlangsungnya aksi mogok, pekerja akan berkonsentrasi di Kantor Sekretariat PUK SP-KEP SPSI ke tiga perusahaan di Jalan Perjuangan Timika Indah. Selanjutnya, para pekerja akan menyusun rencana selanjutnya untuk melakukan aksi demonstrasi ke Kantor Disnakertrans dan Kantor DPRD Mimika jika tuntutan mereka belum dijawab oleh pihak-pihak terkait.

Ketua PUK SP-KEP SPSI PT Osato Seike Umar Djabu menegaskan jika tidak ada titik temu pembicaraan dengan pihak manajemen perusahaan hingga Senin malam pukul 24.00 WIT maka aksi mogok kerja 1.200 pekerja tiga perusahaan jadi dilaksanakan mulai Selasa (30/4). [ksr]

Tags:

Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar