Ilustrasi (Istimewa)

Purbalingga, Seruu.com - Polisi akhirnya menetapkan Kepala Dinas Pendidikan (Ka Dindik) Pemkab Purbalingga (Jateng) H Iskhak SPd MPd sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan tanda tangan dengan pelapor mantan Ka Dindik Heny Ruslanto. Yang bersangkutan rencananya Kamis (11/4/2013) akan dipanggil untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Kapolres Purbalingga AKBP Ferdy Sambo melalui Kasat Reskrim AKP Sardji mengatakan, yang bersangkutan dijerat dengan kasus dugaan pemalsuan surat dan tanda tangan. Ancaman hukuman yang diberikan maksimal enam tahun penjara. “Namun kami tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Makanya yang bersangkutan akan kami panggil lagi untuk diperiksa,” ungkapnya, Minggu (7/4/2013).

Sardji mengatakan penetapan Iskhak sebagai tersangka dilakukan setelah pihaknya melakukan penyelidikan secara mendalam. Tiga terlapor serta pelapor sama-sama sudah dimintai keterangan. Untuk sementara dari tiga terlapor, hanya Iskhak yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Namun tidak menutup kemungkinan tersangka akan bertambah lagi. Semuanya masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan. “Polisi tidak main-main mengusut kasus ini. Yang jelas setelah Iskhak diperiksa sebagai tersangka diharapkan kasus ini akan semakin jelas duduk perkaranya,” lanjutnya.

Seperti diketahui mantan Ka Dindik Heny Ruslanto melaporkan kasus pemalsuan tanda tangan dirinya saat menjabat kepada bupati dan Polisi. Tiga orang yang dijadikan terlapor masing-masing adalah Iskhak SPd MPd yang saat ini menjabat sebagai Ka Dindik menggantikan Heny Ruslanto, Rudiyanto yang juga menjabat sebagai Kasi PNF Dindik serta Mardiyo SPd yang saat ini menjadi guru SD di Kecamatan Kemangkon. “Mereka menggunakan surat bertanda tangan palsu atas nama Heny Ruslanto untuk izin belajar. Makanya mereka yang kami laporkan kepada polisi,” kata Heny.

Di lain pihak Pemkab Purbalingga menugaskan kepada Inspektorat untuk mengusut adanya keterlibatan oknum Dindik dalam kasus tersebut. Terkait pengusutan kasus tersebut polisi juga sudah melakukan penggeledahan terhadap kantor Dindik serta rumah Ka Dindik H Iskhak SPd MPd.

Sementara tersangka belum bisa dikonfirmasi nomor telepon genggamnya tidak aktif.  Dalam kesempatan terpisah terlapor Heny Ruslanto mengatakan pihaknya memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang serius menangani kasus tersebut. Diungkapkan kasus itu menjadi perhatian masyarakat. “Saya berharap kasus ini cepat diselesaikan secara hukum sesuai dengan harapan kita semua. Kasus ini menjadi perhatian dari masyarakat, karena melibatkan pejabat publik,” ujarnya. [Py]

Tags:

Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar