Foto Ilustrasi

Bandarlampung, Seruu.Com -  Krisis di tambak udang PT Central Pertiwi Bahari eks Bratasena kembali menuai kerusuhan antarpetambak di Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Akibatnya, tiga orang tewas dan 28 lainnya luka berat dan ringan. CP Prima sebagai perusahaan tambak udang di Bratasena menyatakan keseluruh korban berasal dari pihak Petambak Pro-Kemitraan dan karyawan CPB.

“Pihak kami diserang oleh massa bersenjata yang terorganisir,” terang CPB yang diwakili oleh Corporate Communication Departement CP Prima George Basoeki dan Head of CPB Site Operation Arman Zakaria saat menggelar konferensi pers di Hotel Amalia Bandarlampung, Rabu (13/3/2013).

CPB menyitir adanya aktor intelektual yang menciptakan situasi mencekam. “Tidak sampai 24 jam dari insiden Ketua Umum Forsil, terus datang massa dengan senjata yang langsung menyerang,” kata Arman.

Dia juga menambahkan, kawasan tambak merupakan kawasan berikat sehingga pemeriksaan oleh sekuriti merupakan prosedur tetap. “Biasa-biasanya juga dia mau diperiksa sekuriti. Kami mendapat informasi malah dia mengaku disandera sekuriti,” tambahnya.

Menurut CPB, ratusan massa bersenjata itulah yang menembus sekuriti dan aparat keamanan serta langsung melakukan sweeping dan kekerasan sehingga pecah bentrok. “Tiga tewas semuanya karyawan kami,” kata dia.

Situasi di tambak Central Pertiwi Bahari (CPB) sempat mencekam menyusul bentrokan yang diawali dengan perang lempar batu. Kelompok petambak yang terlibat bentrok ini adalah kelompok Forum Silaturahmi (Forsil) Petambak Bratasena dengan Petambak Pro Kemitraan (P2K). Kedua kelompok petambak plasma PT CPB itu tengah berkonflik menyusul persoalan kemitraan antara Forsil dan PT CPB. [ksr]

Tags:

Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar