Mobil rektor Unsoed Toyota Inova dan empat mobil Terios yang disita Kejari Purwokerto (Foto: Prayitno/Seruu.com)

Purwokerto, Seruu.com - Penetapan Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)  Purwokerto (Jateng) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dalam proyek kerjasama antara Unsoed dengan PT Aneka Tambang (Antam) disayangkan oleh para petinggi Unsoed. Pembantu Rektor II, Eko Haryanto mengungkapkan, seharusnya tidak ada tersangka dalam kasus tersebut, sebab berdasarkan laporan keuangan hasil audit PT Antam tidak ada wanprestasi yang dilakukan oleh Unsoed.

Eko menjelaskan, pihak Unsoed sudah menyampaikan laporan keuangan kepada PT Antam atas proyek kerjasama tersebut. Dan sebaliknya, PT Antam juga sudah melakukan audit, hasil audit tidak ditemukan adanya penyimpangan.

"Saya sangat terkejut dengan penetapan tersangka ini, karena pengelolaan keuangan sudah sesuai dengan prosedur dan hasil audit juga tidak ada masalah, jadi seharusnya tidak ada tersangka dalam kasus ini," kata Eko, Minggu (24/2/2013).

Penetapan rektor sebagai tersangka ini, sangat memukul institusi Unsoed. Ibaratnya, bagi sebuat perguruan tinggi, rektor adalah 'bapak', sehingga semua pihak sangat terpukul dengan kasus ini. Dan ia berharap, tidak akan ada lagi tersangka lain dari Unsoed.

Hal serupa juga diungkapkan dosen FISIP Unsoed, Ahmad Sabiq mengungkapkan, secara umum pasca penetapan rektor sebagai tersangka, kondisi Unsoed masih tetap stabil. Hanya saja, memang muncul rasa keprihatinan dari para dosen serta mahasiswa. "Kita merasa rasa prihatin, tetapi hal tersebut tidak mempengaruhi aktivitas akademis di kampus," tuturnya.

Sementara itu, hari ini, Senin (25/2/2013) besok, Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto menjadwalkan pemeriksaan terhadap Pembantu Rektor IV Budi Rustomo.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Purwokerto, Hasan Nurodin Achmad menyatakan, Budi Rustomo dipanggil sebagai saksi. Hanya saja, saat disinggung mengenai pemanggilan kembali rektor Unsoed untuk diperiksa dengan status sebagai tersangka, Hasan menolak menjawab. "Yang pasti hari Senin, kita memanggil Purek IV," katanya singkat.

Seperti diberitakan Seruu !! sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kamis (21/2/2013).  Para tersangka diduga menerima aliran dana dari proyek kerjasama pertanian terpadu di Desa Munggangsari, Kecamatan Grabag Purworejo hingga miliaran rupiah. Para tersangka tersebut terkait dugaan kasus korupsi proyek PT Antam. Proyek tersebut ditaksir menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 2 miliar.

Tiga orang sebagai tersangka dimaksud yakni EY (diduga Edy Yuwono, rektor Unsoed), WH (diduga Winarto Hadi selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis Percetakan dan Penerbitan) dan SMJ (diduga Suatmadji yang menjabat sebagai Asisten Senior Manager CSR PT Antam). [py]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar