Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra (dok/seruu.com)

Ambon, Seruu.com - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku, Anton YP Hutabarat rupanya tidak keha­bisan akal untuk mendepak Theddy Tengko dari kursi Bu­pati Kepulauan Aru. Bagaimana tidak, sejak eksekusi gagal di­lakukan di Jakarta, Kajati menggunakan skenario baru dengan meminta Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu meng­usulkan pemberhentian Tengko ke Menteri Da­lam Negeri (Mendagri).

Sikap Kajati ini akhirnya ditang­gapi oleh Penasehat Hukum (PH) Theddy Tengko, Yusril Ihza Ma­hendra.

Ditegaskan Yusril, Kajati Maluku tidak punya etika. Yusril menilai, Kajati terlampau lancang untuk mengurusi urusan pemerin­tahan yang bukan kompetensinya.

“Sangat tidak etis penegak hu­kum, karena kepentingannya masuk ke wilayah yang bukan menjadi urusannya. Ini menunjukan penegak hukum yang tidak etis. Ngaur aja, lucu lihat sikap mereka. Ada apa, jangan karena punya kewenangan lalu seenaknya saja mau berbuat tanpa ada dasar hukum,” tukas Yusril.

Yusril juga mengungkapkan, pernah Kajari Dobo menyurati Mendagri. Dalam suratnya itu dia menyentil perihal kebijakan Tengko merolling SKPD dan segala macam.

“Ini kan lucu, bukan punya kom­petensi masuk ke wilayah yang bukan urusannya. Tidak ada kerja mereka. Ini kan publik Maluku harusnya tahu oknum-oknum pejabat di Kejati Maluku ini punya kepentingan besar dengan kasus Tengko sehingga mengelabui publik. Mau eksekusi dasarnya dia apa? menakut-nakuti publik di Aru saja. Sudah salah mau ngotot,” tandas Yusril.[sw]
 

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar