Foto: Ilustrasi (Istimewa)
"Kita akan kawal jangan sampai kasus ini hilang dan dinyatakan kadaluarsa," Suharjono

Purwokerto, Seruu.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Suharjono menyatakan, AJI akan fokus untuk mengawal kasus kematian wartawan Bernas, Fuad Muhammad Syafrudin (Udin). Sebab, pada tanggal 26 Agustus mendatang, kasus ini akan ditutup karena diangkap sudah kadaluarsa.

Menurut Suharjono, kasus kematian Udin akan menjadi isu dan fokus utama AJI Indonesia. "Kita akan kawal jangan sampai kasus ini hilang dan dinyatakan kadaluarsa," tegasnya usai menghadiri acara deklarasi AJI Kota Persiapan Purwokerto di Hotel Aston, Sabtu (26/1/2013).

Saat ini, lanjutnya, kasus kekerasan yang menimpa jurnalis meningkat, baik yang dilakukan aparat maupun elemen masyarakat. Banyak faktor yang melatarbelakanginya, antara lain beberapa kasus kekerasan yang terjadi sebelumnya, seperti kasus Udin yang tidak terungkap, hal ini membuat pelaku tindak kekerasan terhadap wartawan semakin berani. Selain itu, kekerasan terkadang juga akibat jurnalis yang tidak profesional dan tidak memahami kode etik jurnalistik dengan baik.

Suharjono berharap, kekritisan jurnalis tidak hanya kepada pihak luar saja, karena sebenarnya kepemilikan modal perusahaan media juga menjadi ancaman independensi pemberitaan. Anggota AJI diharapkan mampu bersikap kritis terhadap pihak luar maupun kepada perusahaan tempatnya bekerja.

"Anggota AJI harus memahami dan mematuhi kode etik jurnalistik dalam menjalankan profesinya," katanya. (Py)

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar