Warga tangka babi hutan (Foto: Prayitno/Seruu.com)

Purbalingga, Seruu.com – Warga Desa Gunungwuled, Kecamatan Rembang, Purbalingga (Jateng)  mengeluhkan serangan babi hutan akhir-akhir ini. Serangan hewan itu merusak tanaman pertanian dan bahkan mulai masuk ke pemukiman penduduk.

Salah seorang warga desa setempat, Hartoyo menuturkan, babi hutan menyerang ladang pertanian pada malam hari. Bekas serangannya berupa tanaman yang rusak dan roboh. ”Setidaknya lebih dari 15 hektar ladang pertanian sudah dirusak oleh babi hutan,” kata Hartoyo, Rabu (2/1/2012).

Sementara, babi hutan yang mulai masuk ke permukiman warga hanya mencari sisa makanan manusia. Kawanan babi hutan itu masuk ke pemukiman warga saat warga lengah.

"Beberapa waktu lalu, warga sempat mengusir babi hutan itu dengan melakukan perburuan menggunakan anjing. Namun, babi hutan itu hanya berpindah ke lokasi lain yang dirasa aman,” katanya.

Serangan babi hutan kembali mengganas pada akhir Desember. Jumlahnya juga semakin banyak. ”Kami kebingungan untuk mengatasinya,  Jika dilawan menggunakan senjata tajam, dinilai terlalu beresiko. Apalagi kawanan babi hutan itu tidak takut pada manusia,” kata Hartoyo.

Upaya yang dilakukan warga saat ini hanya dengan membunyikan kentongan pada malam hari, namun hal itu belum membuahkan hasil mengusir babi hutan. ”Jika kebun sedang dijaga, kawanan babi hutan tidak datang, namun jika ditinggal, mulai menyerang lagi,” ujarnya.

Hartoyo berharap bantuan dari pihak berwajib atau para pemburu binatang untuk membantu mengatasi permasalahan babi hutan itu.

Camat Rembang, Suwarto mengatakan, kemungkinan serangan babi hutan itu semakin meluas ke desa yang berbatasan dengan hutan. Pasalnya babi hutan itu bila siang sembunyi di hutan, dan malam hari turun ke ladang dan pemukiman dengan jumlah ratusan.

"Saat ini masih menyerang di Desa Gunung Wuled, kemungkinan akan meluas ke Desa Tanalum karena sama-sama dekat dengan hutan," katanya.

Menurutnya, jika mengusir babi hutan itu menggunakan bantuan anjing, kemungkinan sulit, karena masyarakat di wilayahnya sangat jarang yang memelihara. Solusi yang muncul adalah meminta bantuan dari para penggemar olahraga berburu untuk mengusir babi hutan itu.

Kapolsek Rembang, AKP Sulasman mengatakan, hingga saat ini belum ada warga yang melapor kejadian itu ke polisi sehingga polisi belum berani bertindak. Namun dia memastikan polisi akan turun ke lapangan untuk membantu warga mengusir babi hutan. [Py]

Peraturan Komentar