Foto Ilustrasi
Awalnya anak saya ngomong kalau ia jatuh dari tempat tidur. Tapi ternyata setelah saya tanya ke teman-temannya, katanya ia habis diadu di lapangan

Banyumas, Seruu.Com - Jual beli benda yang dianggap memiliki daya kekuatan (Jimat) masih saja marak. Akibat masih banyak Masyarakat yang percaya dengan dunia mistis tersebut, banyak orang yang tertipu dengan benda yang dikenal dengan nama Jimat itu.

Seperti yang terjadi di wilayah Desa Samudra Kulon, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas. Sembilan anak yang masih sekolah di SD/SMP menjadi korban penipuan jimat palsu yang dijual oleh temannya sendiri. Akibat percobaan khasiat jimat palsu ini, dua anak mengalami luka-luka di bagian kepala.

Kejadian ini bermula saat orang tua dari Rohman Indra Purnama dan Rifaldi Fathurrohman mengetahui anaknya mengalami babak belur di bagian kepala dan muntah-muntah. Merasa penasaran, kedua Orang tua itu mencari tahu dan ternyata mereka habis berkelahi di lapangan saat menjajal jimat yang dibeli dari bocah berinisial F.

"Awalnya anak saya ngomong kalau ia jatuh dari tempat tidur. Tapi ternyata setelah saya tanya ke teman-temannya, katanya ia habis diadu di lapangan," kata Sumini (35) orang tua dari Rohman Indra Purnama saat ditanya oleh wartawan, Selasa (11/9/2012).

Penipuan bermodus penjualan jimat tersebut pun akhirnya terungkap. Menurut keterangan para korban, bahwa secara bergantian, F (14) menawarkan jimat berupa biji tasbih kepada para korban. Jimat dijual kepada korban dengan harga Rp50 ribu dan dapat dibayar secara diangsur, hingga penipuan ini terungkap tersangka F sudah mendapat bayaran dari para korban sebesar Rp146 ribu.

Para orang tua korban yang merasa dirugikan dengan kejadian itu langsung melaporkan penipuan kepada orang tua F. Tak mau berurusan lebih jauh, orang tua F akhirnya mau mengembalikan uang tersebut kepada para korban.

Tak hanya itu, keluarga korban pun melapor ke Pemerintah Desa untuk memfasilitasi proses pengembalian kepada para korban. Melalui Pemerintah desa dan Muspika Gumelar akhrinya menggelar sidang di Balai Desa Samudra Kulon, Selasa Siang.

Dari sidang tersebut akhirnya pihak keluarga korban meminta keluarga tersangka untuk turut serta mengobati luka yang dialami oleh korban.

Keluarga tersangka mengaku tidak tahu dengan kejadian ini. Biarpun demikian, keluarga tersangka F meminta maaf secara terbuka kepada keluarga korban akibat penipuan yang dilakukan F. [Eron]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar