Ilustrasi, Tanah Longsor

Padang, Seruu.com - Jalan yang menghubungkan Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, dengan Provinsi Riau terputus akibat tanah longsor di Desa Ulu Air, Kecamatan Harau, Limapuluh Kota.

"Hujan lebat mengguyur perbukitan yang berada di Desa Ulu Air, Kecamatan Aru terjadi longsor, sehingga arus lalu lintas yang menghubung Sumbar-Riau terputus," kata Penanggung jawab lapangan wilayah Payakumbuh sekitarnya, Isman, saat dikonfirmasikan dari Padang, Senin (27/8/2012).


Menurut dia, berdasarkan informasi bencana tanah longsor hanya terjadi satu titik yang berada di kawasan perbukitan Desa Ulu Air, Kecamatan Harau. "Material tanah longsor itu menutupi badan jalan yang mengakibatkan kemacetan hingga lima kilometer baik dari arah Sumbar maupun dari Riau," katanya.


Dinas Pekerjaan Umum menurunkan alat berat ke lokasi untuk menyingkirkan material longsor berupa tanah liat, bebatuan, dan pohon tumbang. "Dua alat berat dikerahkan ke lokasi longsor, material tanah longsor menimbun badan jalan diperkirakan hampir satu meter," kata Isman.


Ia mengatakan para pekerja sedang sibuk membersihkan material tanah longsor yang menimbun badan jalan menghubungkan Sumbar-Riau. "Diperkirakan membutuhkan waktu lama untuk mengangkat material tanah longsor menimbun badan jalan itu," katanya.


Menurut dia, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat tanah longsor yang terjadi di desa Ulu Air, Kecamatan Harau. "Hingga saat ini belum ada laporan warga tertimbun tanah longsor yang terjadi di Desa Ulu Air, Kecamatan Harau itu," katanya.


Sementara itu, Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Partomo Iriananto mengakui telah terjadi tanah longsor yang mengakibatkan terputusnya arus lalu lintas yang menghubungkan Sumbar dengan Provinsi Riau. "Tanah longsor itu terjadi di wilayah Sumbar, tepatnya di desa Ulu Air, Kecamatan Harau,Kabupaten Lima Pulu Kota,"katanya.


Menurut dia, untuk sementara waktu arus lalu lintas terpaksa harus melalui jalur yang dialihkan ke ke daerah Lintau Kiliran Jao. Kalau tidak dialihkan, antrian panjang sudah pasti akan terjadi. "Pengalihan itu adalah langkah alternatif yang dilakukan untuk menghindari terjadinya antrean kendaraan baik dari Sumbar maupun Riau.


Sampai saat ini, tambah Partomo Irianto jalan tersebut masih ditutup dan pembersihan badan jalan masih dilakukan dengan mempergunakan tiga unit alat berat. "Petugas telah diturunkan untuk mengatur kemacetan arus lalu lintas dari arah Sumbar menuju Riau," kata Partomo Irianto. [ndis]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar