Anak Jalanan (Istimewa)
"Bahkan ada kecenderungan anak jalanan Jakarta kini pindah ke Bandung untuk menghindari razia yang lebih ketat di ibu kota,"

Bandung, Seruu.com - Jumlah anak jalanan (anjal) di Kota Bandung pada 2012 mencapai 4 ribu anak, merupakan angka tertinggi kedua di Indonesia setelah ibu kota Jakarta.

"Bahkan ada kecenderungan anak jalanan Jakarta kini pindah ke Bandung untuk menghindari razia yang lebih ketat di ibu kota," kata Ketua Kelompok Perempuan Mandiri (KPM) Dewi Sartika, Santi Safitri, di Bandung, Senin (2/7/2012).

Menurut pendataan terkini yang dilakukan KPM Dewi Sartika, 70 persen anak jalanan Kota Bandung itu putus sekolah karena kendala biaya. Sebagian besar dari mereka turun ke jalan untuk mencari nafkah dengan mengamen atau mengemis atas perintah orang tua.

Anak-anak jalanan yang memiliki rentang usia beragam mulai lima tahun hingga 17 tahun itu, juga berdatangan dari berbagai daerah di sekitar Bandung. Mereka mencari nafkah, tidur dan berkeliaran di jalan, lalu kembali ke rumah sekali sepekan untuk menyetor uang kepada orang tua.

"Anak-anak ini rawan dieksploitasi untuk digunakan mencari uang oleh orang tua mereka, karena itu menyelesaikan masalah anak jalanan harus dimulai dari menyelesaikan persoalan yang ada dalam keluarga mereka masing-masing," tutur Santi.

Sementara itu, Ketua Pelaksana KPM Dewi Sartika Daus mengatakan praktik seks bebas di antara anak-anak jalanan yang tidak terkendali menjadi faktor yang memperbanyak jumlah anak-anak jalanan secara cepat.

"Pada usia 16 tahun rata-rata mereka sudah mengenal seks bebas dan lantas memproduksi anak-anak yang nasibnya tidak jauh dari orang tuanya," ujarnya.

Sedangkan pendidikan kesehatan dan organ reproduksi, menurut dia, sampai saat ini tidak menyentuh anak-anak jalanan yang hidup berkelompok dalam komunitas masing-masing.

Sementara itu, pada Senin, KPM Dewi Sartika menggelar pertandingan futsal antar anak jalanan di lapangan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) Bandung.

Di antara mereka yang hadir bertanding dan menonton, terdapat Yati, perempuan pengemis yang biasa mengais nafkah di kawasan alun-alun Kota Bandung. Yati yang berusia 16 tahun itu telah memiliki anak berusia tiga tahun yang sehari-hari diajaknya mengemis dalam gendongan.[ant/ast]

Tags:

Rating artikel: star bwstar bwstar bwstar bwstar bw (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar