Ilustrasi

Makassar, Seruu.com - Tawuran antar warga dan mahasiswa di Makassar pecah di Jalan Mamoa Raya, Selasa, (5/6/2012), dinihari. Tawuran tersebut terjadi sekitar pukul 01:30 Wita di sekitar Jalan Mamoa 2 dan Mamoa 3 yang dikenal cukup padat penduduk.

Menurut Kasatreskrim Polrestabes Makassar AKBP Himawan Sugeha, kejadian dipicu adanya info soal penyerangan warga Mamoa terhadap asrama mahasiswa Enrekang. Rupanya, info gelap tersebut mengundang reaksi mahasiswa Enrekang lainnya.

Sebanyak 50 mahasiswa asal Enrekang tersebut kemudian menyisir di sekitar Jalan Mamoa 2 dan Mamoa 3, Kelurahan Tamalate. Aksi tersebut kemudian dihadang oleh sekelompok pemuda warga Mamoa.

Tawuran pun tak terhindarkan. Mahasiswa yang membawa senjata api rakitan, anak panah dan badik ini melawan warga dengan menggunakan batu dan anak panah.

Beruntung, sekitar setengah jam kemudian, aparat dari Brimob Polda, Polrestabes Makassar dan Polsek Tamalate tiba di lokasi dan menghentikan tawuran tersebut. Aparat juga menyisir lokasi tawuran untuk mencari para pelaku utama tawuran.

Hasilnya, sebanyak 19 mahasiswa di ciduk, dua diantaranya kedapatan membawa senjata tajam yakni atas nama AR dan RH. "Mahasiswa yang ditangkap kini ditahan di Polrestabes untuk menjalani pemeriksaan," kata AKBP Himawan, Selasa sore.

Selain itu, polisi mengamankan sejumlah senjata tajam dan senjata api rakitan yang dipakai mahasiswa. Polisi juga berhasil mengamankan tiga unit kendaraan bermotor milik mahasiswa.

Terkait persoalan yang memicu tawuran, polisi menduga akibat dendam lama diantara kedua kelompok tersebut. Untuk mengamankan situasi, polisi akan melakukan patroli rutin dilokasi tersebut pada malam hari.(Hsb)

Peraturan Komentar