Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Pon-pes Al Muttaqien Pancasila Sakti, KH Muslim Rifai Imampuro, yang akrab dipanggil Mbah Lim

Klaten, Seruu.Com - Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti, Troso, Klaten, Jawa Tengah, K.H. Rifai Muslim Imampuro, meninggal dunia pada pagi tadi, Kamis, 24 Mei 2012. Mbah Liem--panggilan K.H. Rifai Muslim Imampuro--meninggal di Rumah Sakit Islam Klaten.

Sebelumnya Mbah Liem menjalani perawatan karena sakit. Kiai yang dikenal dekat dengan almarhum K.H. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tersebut meninggal pada usia 91 tahun. Beliau merupakan tokoh paling di elu-elukan oleh warga Nahdliyin, selain kharismatik Mbah Liem juga kerap berdandanan nyentrik dan sangat sederhana. Beberapa kali Mbah Liem menyambut tamu dengan sarung dan baju lengan panjang murahan. Kadang dia juga hanya mengenakan topi usang kebanggaannya.

Mbah Liem dilahirkan di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Pada 1959, dia mengasingkan diri ke gubuk kecil di pinggiran kali di Desa Troso. Tempat itulah yang kini menjadi tempat dimana ia mengajarkan Ilmu agama kepada ribuan santrinya.

”Dari Gubuk Kecil itu, kini jadi pesantren dengan ribuan alumnus,” papar Jazuli A Kasmani, menantu Mbah Liem.

Kepada para santrinya, Mbah Liem selalu mewajibkan menyanyikan Indonesia Raya sebagai lagu pembuka setiap kegiatan. Dia juga peduli terhadap kerukunan antarumat beragama. Dia merintis Joglo Perdamaian Umat Manusia Sedunia di kompleks pesantren yang kini menjadi tempat persinggahan terakhirnya.

Mbah Liem juga dikenal sangat fanatik kepada Pancasila. Dalam artian, dasar negara ini bukan dianggap sama dengan agama. Namun, beliau percaya bahwa perjuangan Pancasila melalui nilai dan normanya akan mengantarkan Indonesia ke jalan agama.

Pancasila disebut-sebut Mbah Liem sebagai langkah Walisongo yang khas Indonesia. Sehingga, kaum ulama NU lainnya diyakinkan menerima asas Pancasila atas dukungan Mbah Liem dari segi spiritual.

"Kini kita kehilangan pahlawan Pancasila yang tulus," Ujar Mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi. Dia pun berharap, semangat itu diteruskan kaum nahdliyin saat ini. Kiai Hasyim pun berdoa semoga arwah Mbah Liem khusnul khotimah.

Jenazah Mbah Liem dikebumikan di Joglo Perdamaian Umat Manusia Sedunia di kompleks pesantren pada Kamis pukul 19.30 WIB. Jenazah dikebumikan berdampingan dengan makam istrinya Hj. Umi As’adah. [ksr]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar