Peserta UN di Bangkalan

Padangpanjang, Seruu.Com - Peserta Ujian Nasional (UN) tingkat sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) di Kota Padangpanjang, Sumatera Barat, tidak ada yang mengikuti ujian susulan.

"Tidak ada siswa kita yang mengikuti UN susulan tingkat SLTA/sederat, karena semua peserta yang terdata di Dinas Pendidikan mengikuti UN sejak hari pertama penyelenggaraan sampai selesai," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Padangpanjang Ridwan, Selasa (24/4/2012).

Dia mengatakan, UN susulan diberlakukan bagi siswa apabila peserta tidak mengikuti pelaksanaan UN pada waktu yang sudah ditetapkan dengan alasan yang masuk akal.

"Namun kondisi itu tidak ada di Kota Padangpanjang, karena tingkat kehadiran peserta mencapai 100 persen dari awal sampai selesai pelaksanaan UN," katanya.

Biasanya, kata dia, peserta UN tidak hadir dan diperbolehkan mengikuti UN susulan dengan alasan tertentu seperti sakit dan alasan lain yang bisa ditolerir.

"Jika siswa sakit dan tidak bisa datang ke sekolah penyelenggara UN yang dilengkapi dengan surat keterangan sah, panitia memberlakukan UN susulan bagi peserta tersebut," katanya.

Untuk lokasi penyelenggaraan UN susulan kata dia, tergantung dari keputusan panitia UN. "Biasanya lokasi ujian susulan bisa di sekolah dan Dinas Pendidikan," katanya.

Berdasarkan Prosedur Operasional Standar (POS) UN 2011/2012, Peraturan Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP) nomor 0011/P/BSNP/XII/2011, ujian nasional dibagi menjadi dua, yakni ujian utama dan susulan.

"Untuk UN utama tingkat SMA sederajat digelar pada 16-19 April 2012 dan UN susulan dijadwalkan pada 23-26 April 2012," katanya.

UN tingkat SLTA di Kota Padangpanjang berjalan lancar aman dan tertib, meski ada beberapa lembaran soal yang bermasalah.

UN SLTA/sederjat tahun ini diikuti sebanyak 1.884 siswa yang tersebar di sejumlah sekolah swasta dan negeri, dimulai Senin, 16 - 19 April 2012.

Dari 1.884 orang itu tersebar di lima SMA swasta dan negeri, lima SMK negeri dan swasta, dan lima MA Negeri dan Swasta.

Ia merinci, untuk SMA Negeri dan swasta berjumlah 686 orang, SMK negeri dan swasta berjumlah 745 orang dan MA Negeri dan Swasta 453 orang.

Untuk pengawasan selama UN berlangsung Ridwan menyebutkan memakai sistem rotasi (change) dari setiap sekolah. Dengan demikian selama berlangsungnya UN murid dari masing-masing sekolah tidak dikawal oleh guru yang ada disekolah bersangkutan. [ant]

Tags:

Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar