Foto Ilustrasi

Lombok Timur, Seruu.Com - Sekitar 900 warga Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, masih mengungsi di kantor camat akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi sejak Rabu (14/3) hingga Sabtu (17/3).

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkab Lombok Timur Iswan Rakhmadi, di Lombok Timur, Sabtu (17/3), mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi dan kondisi di Kecamatan Sembalun, terutama dalam penanganan warga yang mengungsi.

"Bupati juga hari ini berangkat ke Sembalun melalui jalur di Kabupaten Lombok Utara untuk memantau kondisi pengungsi. Kalau dari Lombok Timur tidak bisa sama sekali karena akses jalan tertutup longsor dan jembatan runtuh," ujarnya.

Bupati, kata dia, juga menyalurkan bantuan 10 ton beras yang berasal dari beras cadangan pemerintah untuk penanganan bencana sebanyak delapan ton, bantuan dari PT Anugerah Mitra Graha sebanyak satu ton dan dari donatur lainnya satu ton.

Bantuan lain yang juga diberikan kepada warga korban banjir dan tanah longsor adalah selimut, mi instan, ikan dalam kemasan kaleng dan berbagai keperluan lain yang dibutuhkan korban bencana alam.

Sebelumnya, kata dia, pihaknya juga sudah menyalurkan lima ton beras untuk warga korban banjir di Kecamatan Sembalun dan Sambelia.

Hingga saat ini, banjir bandang di dua kecamatan tersebut sudah agak surut, namun ratusan rumah warga, terutama di Dusun Batu Sela, Desa Dara Kunci, Kecamatan Sambelia, masih terendam lumpur.

Tags:

Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar