Ambon, Seruu.com - Halid Eli, Bayi yang Lahir ke dunia tanpa anus, akhirnya menghembuskan nafas terakhir di Ambon, Selasa (14/2/2012). Bayi yang baru berusia lima hari, sempat dirawat RSUD Haulussy Ambon sebelum akhirnya dipanggil pulang Sangpencipta.

Halid Eli, merupakan putra dari Abdul Kadir Eli yang lahir pada 10 Pebruari 2012 di RS Namlea, Malteng.

Kepada wartawan, Abdul Kadir Ely mengatakan bahwa, berkali-kali kami menanyakan kondisi Halid kepada pihak dokter, tetapi tidak direspon, dan hanya jawab, Sabar ya, papar Ely yang me­nyatakan rasa kekesalannya atas penanganan yang dila­kukan tim medis RSUD Haulussy Ambon.

Seperti diketahui, Sejak lahir, bayi mungil yang bernama lengkap Halid Eli memang memiliki kelainan atresia ani atau tidak memiliki anus. Oleh pihak dokter pada RS Namlea, kemudian merujuknya ke RSUD Haulu­ssy  Ambon.

Pihak keluarga akhirnya membawa bayi malang itu guna men­dapat perawatan intensif. Namun sayangnya nasib ber­kata lain, keluarga menu­ding, RSUD Haulussy tidak serius menangani bayi me­reka dan akhirnya harus me­ninggal pada Selasa (14/2).

Sejak mendengar penjelasan pihak Rumkit Namlea, keluarga pun kemudian membawa pasien ke RSU Haulussy Ambon pada Minggu (12/2) sekitar pukul 06.00 WIT.

Se­sampainya di Rumah Sakit, pasien langsung dipasang infus dan ENGT. Anehnya, setelah itu pihak keluarga tak diberikan penjelasan lebih lanjut lagi terkait dengan langkah-langkah apa yang harus dilakukan.

Ketika kami menanyakan kepada pihak dokter, tidak ada jawaban pasti bagi kami keluarga, apakah akan dioperasi ataukah akan dirujuk kemana, itu tidak ada kepastian,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, keluarga telah berupaya melakukan koor­dinasi lanjut dengan pihak rumah sakit, namun yang ada jawaban yang tak pasti terus diberikan. “Pihak rumah sakit mengatakan bahwa harus koordinasi dengan dokter anak, dengan dokter anas­tesi, tetapi tak ada kejelasannya seperti apa. Dan ketika Senin (13/2) saat kondisi anak kami sudah melemah barulah pihak rumah sakit mengambil langkah-langkah dengan tergesah-gesah,” ujarnya.

Karena tidak ada kepastian, maka kami kemudian memutuskan untuk mengeluarkan anak kami dari RSU tadi pagi (kemarin-red) karena percuma saja dirawat di RSU dan tidak ada kejelasan,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Direktur RSU Haulussy Ambon, Rita Sabrina ke­pada wartawan di ruang kerjanya men­jelaskan, bahwa pihaknya telah mela­yani pasien sebagaimana mestinya.

Pasien masuk hari Minggu dan sudah ditangani dokter. Sudah dila­kukan penanganan sesuai dengan seharusnya dan sudah dilakukan rontgen,  tapi untuk kepastian ope­rasi belum bisa kita pastikan sece­patnya,” kata Sabrina, Selasa (14/2).

Dijelaskan, setelah melakukan pemeriksaan terhadap pasien, hasilnya akan dilihat lagi oleh dokter bedah untuk memastikan langkah apa yang akan ditempuh oleh pihak rumah sakit.

Sabrina juga menjelaskan, penangan lebih lanjut terhadap pasien itu tergantung dari dokter bedah dan kondisi pasien. Sebab kelainan seperti Atresia Ani atau kelainan pada anus itukan ada bermacam-macam, ada letak rendah, letak tinggi dan lainnya. “Jadi tergantung hasil pemeriksaan dan kondisi pasien. [simon]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: star goldstar goldstar goldstar goldstar gold (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar