Ambon, Seruu.Com - Pemerintah kabupaten (Pemkab) Maluku Tengah, Minggu pagi, menyalurkan bantuan beras kepada para pengungsi korban bentrok antarmarga Salampessy di desa Pelauw, pulau Haruku, kabupaten Maluku Tengah pada 8-11 Februari 2012.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Maluku, A.R. Uluputty, ketika dikonfirmasi ke Pelauw, Minggu petang, mengatakan bahwa Bupati Maluku Tengah, Abdullah Tuasikal, meninjau desa tersebut pada Minggu pagi dan menyalurkan bantuan beras 5 ton kepada pengungsi di sana.

Beras tersebut disalurkan ke desa-desa tetangga yang menampung pengungsi, yakni Kailolo, Rohomoni, Kabauw dan Dusun Ori.

Uluputtty mengatakan, telah berkoordinasi dengan Bupati Tuasikal untuk penanganan sengketa adat antarmarga Salampessy yang hanya terpusat di desa Pelauw.

"Terpenting saat ini situasi di Pelauw telah terkendali dan memungkinkan masyarakat setempat yang tidak terlibat pertikaian bisa beraktivitas kembali," ujarnya.

Dia juga sedang berkoordinasi dengan pemerintah desa Pelauw dan para tokoh adat maupun masyarakat guna mengantisipasi kemungkinan terjadi pertikaian kembali.

"Persoalan hanya melibatkan marga Salampessy itu harus diselesaikan melalui pendekatan adat sehingga tidak keluar Pelauw dan bisa saja mengakibatkan penilaian negatif terhadap stabilitas keamanan Maluku secara umum yang sedang mempersiapkan penyelenggaraan MTQ tingkat Nasional ke XXIV di Ambon Juni 2012," kata Uluputty.

Dia menyesalkan berkembang rumor bahwa ditemukan puluhan jenazah dalam satu rumah dalam kondisi terbakar.

"Saya di Pelauw sejak kemarin (Sabtu) hingga saat ini (Minggu petang) dan mencatat hanya enam orang meninggal dunia," tandas Uluputty.

Dia mengatakan Pemprov Maluku siap menyalurkan bantuan tanggap darurat sesuai instruksi gubernur Karel Albert Ralahalu.

Begitu pun penanganan korban luka yang sedang diinventarisasi jumlahnya guna penanganan medis, termasuk pasokan obat - obatan.

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku, Kilfy Wakanno, menyatakan, institusinya belum menyalurkan bantuan karena itu masalah pertikaian yang sesuai tanggung jawab ditangani Dinas Sosial.

"Hanya saja, BPBD siap sekiranya itu diminta Gubernur Maluku karena bantuan tanggap darurat biasanya ditangani Dinas Sosial," ujarnya.

BPBD Maluku, menurut Kilfy sebenarnya menyiapkan empat peti jenazah untuk dibawa ke Pelauw, hanya saja keluarga korban menolaknya.

"Peti jenazah sudah dibawa ke pelabuhan desa Tulehu, pulau Ambon sebagai pelabuhan penyeberangan ke pulau Haruku, kemarin (Sabtu), namun karena ditolak keluarga korban sehingga dua korban meninggal dievakuasi ke rumah sakit Bahyangkari untuk dievakuasi batal dimanfaatkan," katanya. [ant]

Tags:

Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
Peraturan Komentar