Indri Usai menjalani Operas hidung

Banyumas, Seruu.com – Seorang guru Bimbingan Konseling (BK) berinisial IG main lempar kamus kepada salah seorang siswinya. Akibatnya, Indri Septiana, siswa kelas 9, SMP Maarif 2 Sirau, Kecamatan Kemranjen, Banyumas (Jateng) terpaksa harus menjalani operasi di Rumah Sakit Umum (RSU) Banyumas. Tulang hidungnya retak dan terus mengeluarkan darah.

Menurut penuturan Indri, peristiwa tersebut terjadi pada hari Sabtu (14/1). Waktu itu ia dipanggil oleh IG ke ruang BK. Pemanggilan ini terkait dengan masalah Indri di tempat kosnya, yang kebetulan pemilik kos adalah mertua dari IG. Indri jarang pulang ketempat kos dan IG bermaksud menanyakan hal tersebut.

Namun, saat masuk ruangan, Indri langsung mendapat lemparan buku tebal dan hidungnya langsung mengeluarkan darah. "Saya tidak tahu itu buka apa, bukunya tebal seperti kamus dan hidung saya langsung berdarah," tuturnya usai menjalani operasi, Kamis (19/1/2012) siang.

Indri yang didampingi ibunya, Sutihat (40), warga Desa Ketandan, Sumpiuh belum diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit. Indri masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan untuk memastikan kondisi hidungnya sudah membaik. Sutihat menuturkan, anaknya dilempar dengan kamus oleh IG.

Pada Sabtu sore, sesudah kejadian pelemparan kamus tersebut, kata Sutihat, anaknya pulang ke rumah dengan diantar oleh IG, istri IG dan tujuh orang santri. Santri-santri tersebut diajak IG untuk dijadikan saksi. IG sendiri tidak menjelaskan mengapa Indri sampai mengalami luka pada hidungnya. "Sesudah gurunya pulang, baru anak saya bercerita bahwa ia sudah dilempar dengan buku tebal hingga hidungnya berdarah. Tentu saja saya marah dan pada hari Senin pagi, saya langsung mendatangi pihak sekolah untuk melaporkan perlakuan IG terhadap anak saya," tutur Sutihat.

Sutihat kemudian membawa anaknya ke RSU Banyumas untuk berobat dan Indri ternyata harus menjalani operasi.

Sementara itu, Kepala SMP Maarif 2 Sirau, Mastur Mas'udi mengaku sudah melakukan klarifikasi terhadap IG dan IG membantah semua tuduhan dari keluarga Indri. Menurut keterangan Mastur, tidak ada saksi yang melihat IG melempar buku kamus ke Indri, selain itu juga tidak ada kegaduhan di ruang BK. "Kalau ada pelemparan buku, pasti terdengar suara gaduh dan sepanjang jam sekolah tidak ada kegaduhan dari ruang BK, boleh dicek kepada para guru dan siswa di sini," katanya.

Kapolres Banyumas, AKBP Dwiyono saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah menemui siswa yang terluka hidungnya di rumah sakit. Sejauh ini, polisi masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi. "Kita belum mengetahui secara pasti kejadiannya, petugas masih melakukan penyelidikan," kata Dwiyono. [py]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU