Aksi granat Kecam Kekerasan Sape

Makassar, Seruu.com - Puluhan mahasiswa asal Bima berunjukrasa di jembatan flyover, Rabu, (18/1/2012). Aksi dilakukan sebagai bentuk kecaman terhadap aparat kepolisian yang melakukan kekerasan di Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat, beberapa waktu lalu.

Aksi mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Anti Tambang, (Granat) ini diawali dengan melakukan orasi secara bergantian. Setelah itu, beberapa pengunjukrasa kemudian menggelar aksi taterikal yang menggambarkan kekerasan polisi terhadap warga setempat.

Dalam teaterikal itu diperlihatkan bagaimana polisi menyereta paksa warga Sape di Kabupaten Bima, yang nyata-nyata sedang mempertahankan haknya dengan menolak keberadaan tambang di tempat mereka. Beberapa adegan juga dilakukan dengan penyiksaan kepolisian terhadap warga dengan menggunakan senjata laras panjang.

Usai melakukan teaterikal, pengunjuk rasa kemudian membakar foto Bupati bima, yang diletakkan diatas keranda mayat. Pembakaran keranda dan foto disimbolkan, bahwa pemerintahan Bima telah mati karena tidak mendengarkan aspirasi rakyat.

“Pemda Bima lebih mementingkan para kapitalis asing yang akan menanamkan investasinya di Bima daripada rakyatnya sendiri,” tegas Rangga, Kordinator Aksi Granat.

Terkait dengan kekerasan di Sape, Mereka mendesak Kapolri Jenderal Timur Pradopo untuk membebaskan seluruh warga yang ditetapkan sebagai tersangka kasus tersebut. Mereka juga meminta Komnas HAM untuk mengusut para pelaku pelanggar HAM yang dilakukan polisi terhadap warga. [hsb]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU