SeruuMart - Digital Marketplaces
Sabtu, 29 Juli 2017
Nyamuk Demam Berdarah

Nganjuk, Seruu.com - Sebanyak 20 desa di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, masuk kategori daerah endemis penyakit demam berdarah, sehingga pemerintah daerah setempat aktif mencegah penyebaran penyakit yang disebabkan nyamuk "Aedes Aegypti" itu dengan "fogging".

"Kami temukan ada penderita di daerah itu, walaupun tidak seluruh warga di daerah itu yang terkena sakit demam berdarah (DB)," kata Kepala Bidang Pencegahan Pemberantasan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, Sugeng Budi Wiyono, di Nganjuk, Rabu (18/1/2012).

Ia mengatakan, serangan demam berdarah sudah mulai menjangkiti warga, baik anak-anak maupun orang dewasa. Data yang masuk sejak tanggal 1 Januari hingga 15 Januari 2012 mencatat 14 penderita DB, yakni 10 penderita dinyatakan positif, sedangkan sisanya masih dalam tahap gejala. "Kalau yang meninggal sampai saat ini belum ada laporan. Mudah-mudahan tidak ada," ucapnya.

Ia mengatakan, kasus yang terdata saat ini memang masih kecil, namun perlu diwaspadai, apalagi kondisi cuaca seperti ini yang terkadang hujan dan 2-3 hari berikutnya terang, hingga membuat jentik nyamuk sempat berkembang.

Ia berharap, kasus yang terjadi pada 2012 tidak sebanyak tahun sebelumnya. Pada 2010, jumlah penderita cukup banyak mencapai 494 orang dengan tiga pasien meninggal dunia, sedangkan pada 2011 turun menjadi 79 penderita dengan tiga pasien meninggal dunia.

Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, kata Sugeng, selalu berupaya mengantisipasi penyebaran penyakit DB. Pihaknya gencar melakukan program pengasapan atau "fogging".

Dalam kurun waktu 15 hari sejak memasuki tahun 2012, pihaknya sudah melakukan 20 kali "fogging" di lokasi di daerah-daerah endemis penyakit tersebut.

"Kami lakukan `fogging` di lokasi atau rumah lingkungan penderita DB dengan radius 100 meter. Fogging itu kami lakukan, agar nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi penyebar penyakit DB bisa mati," ucapnya.

Namun, lanjut dia, "fogging" itu memang efektif untuk membunuh nyamuk dewasa, sementara jentiknya masih terus hidup dan ada kesempatan untuk berkembang menjadi nyamuk dewasa.

Untuk itu, ia meminta warga aktif melakuan pencegahan berkembangnya nyamuk, di antaranya dengan melakukan 3M yaitu Mengubur, Menutup, Menguras. "Dengan cara itu, diharapkan dapat menekan perkembangbiakan nyamuk dan dapat meminimalkan pasien yang terkena DB," katanya.
[ndis]

KOMENTAR SERUU