Rombongan Komisi A dan D DPRD Bangkalan saat mengunjungi rumah korban Pemerkosaan Gurunya_Korban pakai kerudung merah
Hingga sekarang petugas sudah memanggil delapan orang sebagai saksi untuk dimintai keterangan, termasuk pelapor dan terlapor. Kemudian keterangan pelapor dikonfrontir dengan terlapor, - AKP Hartanta

Bangkalan, Seruu.com – Jajaran polres Bangkalan, hingga keni kesulitan untuk mengungkap kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oknum guru sekolah dasar terhadap muridnya karena tidak adanya alat bukti yang kuat.

 

”Hingga sekarang petugas sudah memanggil delapan orang sebagai saksi untuk dimintai keterangan, termasuk pelapor dan terlapor. Kemudian keterangan pelapor dikonfrontir dengan terlapor,” terang AKP Hartanta, Kasubag Hukum Polres Bangkalan, Selasa (17/1/2012).

Hartanta menjelaskan, terlapor tidak mengakui semua yang dituduhkan. Bahkan, yang katanya terlapor sujud ke orang tua pelapor juga dibantah. Sehingga pihaknya tidak bisa memaksa dan pihaknya meminta pada siapapun yang melihat kejadian duggan tersebut diberitahu untuk agar dijadikan saksi.

”Kami juga sudah melakukan visum pada pelapor di RSUD Syamrabu Bangkalan, hasil visumnya menunjukkan pelapor masih virgin, kami kesulitan mencari alat bukti karena kasusnya sudah lama, tapi baru dilaporkan sekarang,” ujarnya.

Menurut Hartanta, pihaknya tidak bisa menetapkan seorang terlapor bersalah. Sebab, yang menentukan salah atau tidaknya adalah pengadilan negeri (PN). Polisi hanya mencari alat bukti.

”Kami tetap akan berupaya secara maksimal untuk mengungkap kasus dugaan pencabulan tersebut dengan melakukan penyelidikan. Petugas juga berencana akan memanggil kembali terlapor dan pelapor,” pungkasnya. [mif]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU