ilustrasi

Serang, Seruu.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Syamsul Maarif mengatakan Pemerintah Provinsi Banten harus segera membuat program antisipasi banjir jangka panjang karena ada beberapa daerah menjadi langganan banjir akibat permukiman penduduk berada di daerah aliran sungai.

"Berdasarkan pantauan memang ada rumah-rumah penduduk yang berada di aliran Sungai, sehingga jika curah hujan tinggi rawan terkena banjir. Perlu antisipasi dari Pemprov Banten untuk jangka panjang," kata Syamsul Maarif usai memantau dari udara kondisi daerah yang terkenda banjir di wilayah Banten, di Serang, Selasa (17/1/2012).

Ia mengatakan, beberapa daerah atau permukiman penduduk yang rawan terkena banjir di Banten sebagian besar berada di Kabupaten Pandeglang, Lebak dan Kabupaten Serang.

Upaya yang harus dilakukan untuk mengantisipasi banjir tersebut di antaranya dengan membangun tangul di sekitar aliran sungai yang dekat dengan permukiman penduduk.

"Menurut BMKG curah hujan saat ini masih dalam level moderat, berarti baru pemanasan. BNPB dan pemerintah daerah harus mengantisipasi dengan mengambil skenario terburuk," kata Syamsul Maarif.

Menurut Syamsul, pihaknya mengapresiasi apa yang sudah dilakukan pemerintah Provinsi Banten dan kabupaten/kota di Banten dalam upaya menangani banjir di empat kabupaten/kota  sejak Jumat (13/1).

Ia berharap pemerintah daerah yakni kabupaten/kota harus berada di barisan terdepan dalam penanganan bencana, kemudian pemerintah provinsi mengerahkan segala potensi dan kemampuannya, sehingga  penanganan bencana bisa dilakukan dengan cepat.

"Musibah banjir di Banten saat ini harus menjadi cermin dan dievaluasi  agar ke depan bisa lebih berhati-hati serta antisipatif," kata Syamsul didampingi anggota Komisi VIII DPR Humaedi.

BNPB pada kesempatan itu juga menyerahkan bantuan makanan, peralatan rumah tangga dan kebutuhan lainnya untuk korban banjir di Banten senilai Rp3,9 miliar. Bantuan tersebut secara simbolis diterima Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

Wakil Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, Pemerintah Provinsi Banten akan segera melakukan langkah  antisipasi bencana banjir tersebut untuk jangka panjang, di antaranya dengan memfokuskan pada wilayah yang selama ini sudah menjadi langganan banjir setiap tahun seperti di Kabupaten Lebak dan Pandeglang.

"Ke depan Pemerintah Provinsi Banten perlu fokus pada semua potensi untuk mengantisipasi bencana tersebut, khususnya di daerah-daerah yang terbiasa banjir atau longsor seperti di Lebak dan Pandeglang," kata Rano Karno usai mendampingi tim dari BNPB.

Selain itu, antisipasi juga diberikan dalam bentuk pelatihan bagi masyarakat dan relawan dalam penanganan bencana, pembuatan tanggul, pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di semua kabupaten/kota, serta mengupayakan penambahan dana tidak terduga 100 persen dari yang dianggarkan saat ini sekitar Rp5 miliar setiap tahun. [ms]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU