Lampung, Seruu.com - Polda Lampung membantah hasil temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) konflik Mesuji yang menyebutkan bahawa adanya aliran dana dari perusahaan kepada oknum polisi untuk pengamanan lahan.

"Kami bekerja profesional, tidak ada polisi yang menerima uang dari perusahaan," kata Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih saat dihubungi wartawan, Selasa (17/1). Sementara itu, Kapolda Lampung, Brigjen Jodie Rooseto belum angkat bicara perihal 'temuan miring' terhadap penegak hukum tersebut.

Sebelumnya, Ketua TGPF Denny Indrayana mengungkapkan adanya pembiayaan dari perusahaan dalam penertiban kawasan hutan dan pengamanan perkebunan. Konsekuensi adanya aliran dana tersebut, TPGF menemukan keberpihakan aparat keamanan terhadap perusahaan dalam konflik konflik agraria berdarah di Register 45 Desa Sri Tanjung, Kabupaten Mesuji, Lampung, serta Desa Sodong, Kecamatan Mesuji, Sumatra Selatan.

"Di masing-masing wilayah, PT Silva Inhutani dan PT SWA ikut mendanai aparat keamanan kepolisian. Ini menjadi pola umum biaya operasional keamanan setiap perusahaan," katanya usai rakor tentang hasil investigasi peristiwa Mesuji di kantor Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Senin (16/1) kemarin. [tr/jf]
 

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU