Surabaya, Seruu.com - Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo meminta kepada seluruh petugas yang terkait seperti Dinas PU Pengairan Prov. Jatim, Perum Jasa Tirta I, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Prov. Jatim bersiap siaga selama 24 jam untuk menangani banjir.

Hal tersebut disampaikannya saat Rapat Koordinasi Antisipasi Kesiapsiagaan Bencana Banjir di Jawa Timur di Ruang Kerja Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan No. 110 Surabaya, Selasa (17/1).Ia mengatakan, Pemprov Jatim ini akan fokus menangani banjir selama 24 jam.

Seluruh instansi terkait diminta terus mencari solusi untuk menangani dan mengantisipasi banjir khususnya di daerah aliran Bengawan Solo. Ini merupakan kesempatan bagus bagi pemerintah bisa hadir untuk membantu masyarakat di dalam penanganan dan antisipasi banjir.

Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim itu menjelaskan, rapat koordinasi ini dilakukan karena banjir di Jatim khusus di daerah Bengawan Solo harus ditangani secara terintegrasi antara Perum Jasa Tirta I, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, dan Dinas PU Pengairan. “Hal ini dilakukan karena curah hujan hingga akhir Januari ini diperkirakan masih tinggi,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikannya, debit air sungai di daerah hulu yang menyuplai air bengawan solo naik seperti di Wungu, Dungus, Madiun, saat ini mencapai 750 m3/detik. Meski kiriman air dari Solo dan Wonogiri berkurang, namun dari anak sungai kiriman airnya tinggi.

Untuk itu, Pakde Karwo ingin memastikan pembuangan air ke laut melalui alur banjir (Floodway) yang ada di plangwot Sedayu Lawas kapasitasnya bisa 640 m3/detik. Selain itu, Pemprov telah melakukan langkah-langkah kontrol buka tutup pada pintu air di sekitar daerah Bengawan Solo.Pakde Karwo juga minta semua pihak terkait untuk membuat daftar atau matriks guna mengetahui pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penanganan banjir.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov. Jatim Drs. Sudarmawan, MM mengatakan, bencana banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Gresik, Lamongan dan Bojonegoro disebabkan oleh meluapnya Sungai Bengawan Solo yang terus menerus diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Untuk Kabupaten Gresik, Lamongan, Bojonegoro dan Tuban sudah dilakukan langkah-langkah antisipasi dan tindakan untuk mengurangi dampak resiko bencana banjir dengan mengaktifkan early warning system/sirine kepada masyarakat debit sungai naik.

Selain itu, didirikan posko-posko di beberapa titik rawan luapan banjir, serta disiapkan tempat-tempat pengungsian dan buffer stock logistic yang sudah dibantu oleh BPBD Provinsi dan BNPB.Sedangkan untuk Kabupaten Lamongan, Perum Jasa Tirta I khususnya di Pos Bendung Gerak Babat juga memantau ketinggian debit air Sungai Bengawan Solo (24 jam) di Lamongan, serta dengan memberi pelayanan air bersih untuk 7 Desa di Kecamatan Sakaran Kab Lamongan.

BPBD Provinsi Jawa Timur telah menyerahkan bantuan dari BNPB kepada 32 Kabupaten/Kota mempunyai daerah potensi bencana banjir dan tanah longsor, seperti : Bantuan uang tunai dana siap pakai siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor berkisar antara Rp. 150.000.000,- s/d 500.000.000,- untuk 32 Kabupaten/Kota yang mempunyai daerah potensi bencana banjir dan tanah longsor telah diterimakan pada tanggal 2 Januari 2012. [yud]


 

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU