Pekanbaru. Seruu.com - Oknum Kantor Badan Kesatuan Bangsa Perlindungan Masyarakat dan Politik (Kesbanglinmaspol) Pekanbaru lakukan praktek 'pungutan liar' (pungli) terhadap mahasiswa yang mengurus surat riset untuk kegiatan penelitian tugas akhir.

Hal ini diungkapkan oleh salah satu mahasiswa yang mengalami praktek tersebut bersama rekan-rekannya di Universitas Islam Nasional Sutan Syarif Kashim (UIN Suska) Riau

"Sebenarnya tidak ditetapkan berapa angkanya, tapi mereka (staf Badan Kesbanglinmaspol Pekanbaru-red) selalu minta. Katanya uang administrasi sukarela. Bahasa merekanya, `tinggalkan uang administrasinya berapa aja`," kata Usman, seorang mahasiswa , Selasa (17/1).

Dikatakannya, mahasiswa yang seharusnya dibantu, malah dimintai bayaran ketika pembuatan surat selembaran tersebut. "Kami mahasiswa jelas merasa keberatan, karena kami sangat butuh surat itu untuk syarat penyelesaian tugas akhir kami. Tetapi, tiba-tiba mereka minta, terpaksa juga kami kasih uangnya dengan terpaksa," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Asyari Abdullah, "Saya awalnya terkejut mendengar ucapan pegawainya yang mengatakan tinggalkan uang administrasinya berapa saja, sukarela. Ya terpaksa dengan berat hati saya keluarkan uang juga," kata mahasiswa jurusan Komunikasi UIN Suska ini.

Sebelumnya Kepala Badan Kesbanglinmaspol Kota Pekanbaru melalui Sekretarisnya Saharuddin mengungkapkan, pihaknya sudah menginstruksikan kepada seluruh pegawainya, tidak ada pungutan apa pun terhadap mahasiswa yang mengurus surat riset.

Namun ia juga menambahkan, jika mahasiswa memberikan, tidak ditolak. "Tapi jangan ada yang meminta kepada mahasiswa," tegas Saharuddin. [an/jf]

KOMENTAR SERUU