ilustrasi (Ist)
Puluhan petugas tol menghadang kami dan memukuli.Ada yang membawa balok ada juga yang membawa badik

Makassar, Seruu.com - Aksi unjukrasa mahasiswa di Makassar kembali berakhir bentrok. Bentrok terjadi antara puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Solidaritas Mahasiswa Makassar dengan petugas tol.

 

Bentrok bermula saat mahasiswa memaksa masuk jalan tol dengan menggunakan sepeda motor ketika akan menuju Markas Polda Sulselbar,Makassar. Usai aksi, para mahasiswa kembali melintas di jalan tol. Padahal,kendaraan roda dua jelas-jelas dilarang melintasi jalan bebas hambatan tersebut.

Namun, aksi mahasiswa ini ternyata digagalkan oleh petugas tol. Hanya, upaya pencegahan tersebut berujung bentrokan. “Puluhan petugas tol menghadang kami dan memukuli.Ada yang membawa balok ada juga yang membawa badik,” kata Iksan, salah seorang pengunjukrasa.

Mahasiswa dan petugas tol terlibat insiden berdarah yang melukai tiga mahasiswa. Ketiga mahasiswa yang terluka, yakni Syamsul Bahri, Suherdi, serta Fadli. Ketiganya adalah mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Syamsul Bahri mengalami luka robek pada kaki kanan akibat terkena senjata tajam dan harus mendapatkan enam jahitan di Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar.

Sedangkan dua rekannya, Suherdi dan Fadli hanya mengalami luka ringan. Suhedi luka memar di bahu dan tangan kanan. Sedangkan Fadli luka di kaki akibat sabetan senjata tajam.

Beberapa saat kemudian, mahasiswa kembali mendatangi lokasi kejadian,namun tidak ada lagi petugas yang ditemui. Lantaran kecewa atas penganiayaan yang dilakukan petugas tol, mahasiswa kemudian memblokir pintu masuk jalan tol sejak pukul 16.00 Wita hingga pukul 19.25 Wita.

Kendati jalan diblokir, akses untuk masuk dan keluar jalan tol tetap berjalan.Aparat kepolisian mengalihkan kendaraan yang hendak keluar dari jalan tol ke sisi kanan.

Pembukaan blokir jalan tol ini dilakukan setelah kepolisian berjanji mengusut pelaku penganiayaan tersebut. Mahasiswa menuntut polisi mengusut pelaku penganiayaan dan mengganti seluruh biaya kerusakan sepeda motor dan biaya pengobatan.

Sementara itu, dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa menuntut Polda Sulselbar segera mengungkap penembakan terhadap mahasiswa UMI, M Nur Kusain, di Jalan Abd Daeng Sirua, 10 Mei 2011 lalu. [hsb]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU