ilustrasi

Serang, Seruu.com - Banjir akibat meluapnya Sungai Ciujung di Kabupaten Serang, Banten, sejak Jumat (13/1) merendam sekitar 2.300 hektare sawah yang sebagian siap panen dan 250 hektare tambak ikan bandeng.

Wakil Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah di Serang, Senin (16/1/2012), mengatakan, banjir akibat luapan Sungai Ciujung tidak hanya merendam ribuan rumah warga di Kabupaten Serang, tetapi juga merendam sekitar 2.300 ha sawah dan 250 ha tambak ikan bandeng di Kecamatan Pontang, Tirtayasa, dan Tanara di Kabupaten Serang.

"Kami belum bisa menghitung total kerugian akibat banjir ini. Namun data yang kami terima untuk sawah sekitar 2.300 ha dan tambak 250 ha yang terendam," kata Ratu Tatu Chasanah usai mendampingi Menteri Sosial dan Gubernur Banten meninjau lokasi banjir di Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang.

Ia mengatakan, Pemkab Serang masih melakukan pendataan rumah warga dan sejumlah sarana lain yang terendam banjir serta melakukan penanganan pascabanjir bagi warga yang mejadi korban. Sedangkan untuk membantu para petani dan nelayan yang sawahnya rusak atau terendam banjir, diharapkan bisa diselesaikan melalui program yang dilaksanakan dalam APBD Serang 2012.

"Secara spesifik bantuan itu belum bisa ditentukan, tetapi yang pasti bisa dilaksanakan melalui APBD 2012 sebab biasanya untuk bantuan benih bisa dialokasikan dari cadangan benih nasional," kata Ratu Tatu Chasanah.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Sisial Salim Segaf Al-Jufri menyerahkan bantuan senilai Rp1,4 miliar bagi korban banjir akibat meluapnya sungai Ciujung dan berapa sungai lainnya di tiga kabupaten yakni Lebak, Pandeglang dan Kabupaten Serang di Provinsi Banten.

Bantuan dari Kementerian Sosial berupa makanan, pakaian, peralatan rumah tangga tersebut secara simbolis diserahkan langsung oleh Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri didampingi Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah kepada warga korban banjir di desa Undar-andir Kecamatan Kragilan, di Serang, Senin.

Berdasarkan data Kementerian Sosial RI, banjir yang melanda wilayah Provinsi Banten akibat meluapnya sejumlah sungai sejak 13 Januari 2011 telah merendam sekitar 13.755 rumah warga yang tersebar di 97 desa, di 29 kecamatan di tiga kabupaten di Provinsi Banten.

Gubernur Banten Ratu ATut Chosiyah mengatakan, untuk mengantisipasi banjir dalam jangka panjang, Pemerintah Provinsi Banten segera berkordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat proses pembangunan waduk Karian di Kabupaten Lebak.

"Keberadaan waduk Karian tentunya diharapkan akan mampu mengantisipasi banjir seperti ini, karena bisa menampung aliran air dari Sungai Ciujung dan Cidurian," kata Ratu Atut.

Untuk penanganan banjir di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pandeglang, pihaknya sedang berupaya membangun sodetan sungai Cilemer, yang rencananya selesai pada 2012. [ndis]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU