Tanjungpinang, Seruu.com - Belasan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Tanjungpinang-Bintan, Kepulauan Riau, Senin, menggelar orasi keprihatinan dan menambal lubang di simpang Jalan Kuantan Km 5, persis di depan Kantor Kecamatan Bukit Bestari.

Selain menghabiskan satu zak semen, aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) unjuk pernyataan bahwa pemerintah setempat seperti tidak lagi berfungsi sebab membiarkan jalan raya rusak berat meski membahayakan publik maaupun pimpinan dan aparat pemerintah daerah.

Ketua Umum HMI Cabang Tanjungpinang-Bintan, Agus Suryadinata, mengatakan, aksi semenisasi jalan aspal tersebut sebagai bentuk keprihatinan HMI terhadap pemeliharaan pembangunan Tanjungpinang.

Banyak jalan-jalan rusak yang tidak diperbaiki, padahal dipergunakan setiap hari oleh aparat pemerintah maupun masyarakat.

"Kepedulian Pemerintah Kota Tanjungpinang terhadap pemeliharaan pembangunan sudah tidak terlihat lagi. Dengan kata lain, pemerintah sudah tidak berfungsi lagi," ungkap Agus.

"Aksi ini untuk mendorong pemerintah agar membuka matanya lebar-lebar, dan segera memperbaiki jalan yang rusak tersebut, sebelum menimbulkan korban," kata koordinator aksi, Rio Wanis yang juga Sekretaris HMI Tanjungpinang/Bintan.

Aktivis menyesalkan sikap pemerintah yang terkesan tidak memerhatikan permasalahan, padahal jalan itu hampir setiap hari dilalui kepala daerah dan bawahannya. "Bukankah itu suatu kondisi yang ironis," katanya.

Aksi itu menyebabkan terjadi kemacetan jalur lalu lintas sekitar 20 meter di area penambalan jalan karena posisi lubang yang ditambal tersebut berada di tengah jalan. [ndis]

KOMENTAR SERUU