Kupang, Seruu.com - Dua warga sipil terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kupang setelah tertembak oleh buru sergap polisi Resor Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) saat melakukan pengerebekan judi sabung ayam di Pasar Impres Naikoten Satu Kupang, Ahad (15/1). Delapan anggota Buser tersebut diamankan pihak Direktorat Profesi dan Pengamanan (Dirpropam) Polda NTT.

"Saat ini delapan anggota Buser tersebut sedang diamankan dan diperiksa intensif di Propam Polda NTT," kata Kepala Bidang Humas Polda NTT, Komisaris Antonia Pah, kepada wartawan di Kupang, Senin (16/1).

Menurut Antonia tembakan yang dikeluarkan saat kejadian tersebut sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku saat melakukan tugas dan fungsinya di lapangan. Dia mengatakan, tembakan yang dilakukan itu tidak bermaksud untuk menembak para pelaku judi sabung ayam yang akan diamankan anggota atau warga sekitar, namun merupakan tembakan peringatan kepada kelompok pemain judi tersebut.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa Polisi mengeluarkan tembakan peringatan untuk mempertahankan diri dari aksi amuk massa, karena masyarakat dan pejudi yang berjumlah sekitar 100 orang tersebut mulai anarkis dan melempari polisi dengan menggunakan batu. "Jadi polisi tidak langsung tembak, tapi berikan tembakan peringatan," ujarnya.

Antonia menuturkan, ada tiga kali tembakan peringatan ke udara saat itu. Namun, dia tidak mengetahui peluru ke berapa yang mengenai dua warga. "Tembakan dilakukan sebanyak tiga kali dan dilakukan ke udara, namun karena nyasar mengenai dua warga sipil tersebut," kata Ny Anthonia," tuturnya.

Sebelumnya, Tim Buser Polres Kupang Kota, NTT melakukan penyergapan judi sabung ayam di Pasar Kasih Naikoten I Kupang Minggu (15/1) sore kemarin Pada peristiwa tersebut, dua orang warga mengalami luka tembak. Mereka adalah Darius Bara, 39 tahun, yang terkena peluru di kaki kanan dan Jefri Uly, 10 tahun, yang mengalami luka tembak di bahu bagian kiri hingga tembus ke belakang. [rp/jf]

KOMENTAR SERUU