Yogyakarta, Seruu.com - Majelis Ulama Indonesia DIY akan mengawasi seluruh aktifitas gerakan Ahmadiyah di Yogyakarta untuk mengantisipasi aksi 'penyerudukan' oleh sejumlah massa di Jumat (13/1) lalu tidak kembali terulang.

"Kami akan terus mengawasi seluruh aktivitas dari GAI maupun dari Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI)," kata Ketua MUI DIY, Thoha Abdurahman, di Yogyakarta, Minggu (15/1).

Pada Jumat (13/1), ratusan orang yang mengatasnamakan Front Umat Islam dari elemen Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Gerakan Anti Maksiat (GAM), Gerakan Pemuda Kabah (GPK), Front Jihad Islam (FJI) mendatangi komplek SMK Piri Yogyakarta dengan tujuan membubarkan kegiatan pengajian yang digelar oleh Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI).

Menurut dia, MUI DIY tidak mendapatkan laporan kegiatan pengajian GAI di komplek sekolah Piri tersebut, padahal sudah ada kesepakatan bahwa seluruh aktivitas harus dilaporkan kepada MUI.

Ia menambahkan, selain akan memperketat pengawasan terhadap gerakan Ahmadiyah di wilayah tersebut, pihaknya juga akan melakukan pengecekan terhadap kurikulum di sekolah tersebut.

"Kami akan cek materi pendidikannya. Jika memang melanggar kesepakatan, maka segera kami ambil tindakan tegas," katanya.

Kesepakatan tersebut adalah, gerakan Ahmadiyah tidak mempercayai Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi, tetapi hanya sebagai pembaharu dan mempercayai bahwa nabi terakhir adalah Muhammad SAW.

Sementara itu, Wakil Ketua GAI Muslich Zainal Asikin mengatakan, kegiatan di SMK Piri tersebut merupakan pengajian rutin tahunan yang diikuti perwakilan gerakan tersebut dari seluruh Indonesia.

"Kami adalah aliran Lahore yang mempercayai Muhammad sebagai nabi terakhir," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Forum Persaudaraan Umat Beragama (FPUB) Sidiq Pramono mengatakan, gerakan Ahmadiyah Lahore adalah gerakan yang tidak mempercayai Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi.

"Sebelumnya, tidak pernah ada masalah dari gerakan Ahmadiyah Lahore di Yogyakarta. Bahkan Piri pernah menjadi sekretariat bersama antar jamaah di Yogyakarta," katanya. [an]

KOMENTAR SERUU