Ambon, Seruu.com- Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku, Benny Pattiasina, Mengatakan bahwa saat ini angka pemakai narkoba di Provinsi Maluku terus meningkat, bahkan tergolong tinggi setelah Jakarta.

"Ber­dasarkan hasil survei, tingkat peng­gunaan narkoba di Maluku sejak 2008 hingga 2010 terus meningkat. Kini angka pengunaan narkoba di Maluku mencapai 2,91 persen dengan populasi penduduk Maluku sekitar 1.013.600," tutur Beni kepada wartawan, Ambon, Jumat (13/1/2012).

Lebih lanjut Pattiasina menjelaskan bahwa, Maluku masuk kategori kritis dan rawan penyala­gunaan narkoba. Daerah penghasil cengkeh dan pala ini bahkan ber­dasarkan hasil survei, penggunaan narkoba mencapai kisaran 2,91 persen lebih tinggi dari nasional.

Pattiasina mengakui, rata-rata pengunaan narkoba di Maluku adalah masyarakat umum, mahasiswa dan pelajar dengan kisaran umur 10-59 tahun.

"Jadi ini merupakan beban dan tanggung jawab semua pihak guna mengeliminir penyalagunaan narkoba di Maluku. Untuk itu butuh kerja keras dari semua pihak dan bukan saja BNNP Maluku tetapi masyarakat dan Pemerintah Daerah Maluku,” harapnya.

Dikatakan, dalam mengupayakan dan memberantas penyalagunaan narkoba di Maluku harus ada per­hatian pemerintah dengan dukungan dana. Untuk tahun 2011 ini, hanya terdapat 11 orang pemakai narkoba yang ditangani oleh BNNP Maluku dari sekian banyak pemakai yang ada.

Meski begitu, sampai saat ini Pattia­sina mengungkapkan pihak­nya akan terus berupaya untuk menuntaskan dan mengeliminir penyalahgunaan pemakaian narkoba di Maluku.

"Kita semua akan terus berjuang mengingatkan anak-anak muda maluku untuk sadar peran, mengisi negeri ini dengan hal-hal yang positif dan bermakna untuk ciptahkan, Maluku menjadi provinsi yang sejahtera, bebas dari narkotika,  dan bermakna untuk kejayaan NKRI," pungkasnya. [simon]

KOMENTAR SERUU