Sampit, Seruu.com - -Keluarga Ning Apriliani alias Yani (16), siswi Madrasah Aliyah (MA) Sabilal Muhtadin Samuda, menyebutkan hasil visum yang dikeluarkan dokter RSUD dr Murjani Sampit sudah keluar. Hasil visum menyatakan, kuat dugaan Ning Aprliani dibunuh dan diperkosa. Sebab, tangan dan korban terpotong oleh luka sayatan, dan jasad korban ditemukan tanpa busana.

"Hasil visum itu ada dua point, luka terpotong dan diperkosa," ujar Acil Nunung, keluarga korban Ning Apriliani,  Jumat (13/1) kemarin. Dengan hasil visum itu, kata dia, korban dipastikan bukan tewas karena disambar binatang buas macam buaya, melainkan dibunuh dan diperkosa pelaku kejahatan.

"Itu bukan dimangsa buaya sungai, tapi korban buaya darat. Kami yakin korban dibunuh," cetus Acil Nunung yang tinggal di Desa Bagendang Hilir. Sedangkan paman korban, Majekul (31) juga meyakini, keponakannya yang duduk di bangku kelas I MA Sabilal Muhtadin itu, korban pembunuhan mutilasi dan pemerkosaan.

Menurut Majekul, pihak keluarga akan membantu polisi untuk menemukan pelaku. Upaya yang dilakukan dengan mencari informasi orang yang mencurigakan. Ning Aprliani keluar rumah pada Jumat (6/1) malam, ia ijin kepada neneknya mau ke tempat datuk. "Korban bilang mau tidur tempat datuk, memang dia ada ke situ sebentar. Tapi jam 19.30 sudah pulang," tutur Majekul yang juga tinggal di Desa Bagendang Hilir.

Setelah pukul 19.30 WIB, tidak diketahui Ning Apriliani pergi kemana. Keluarga korban baru tahu adanya penemuan mayat, dan memastikan jenazah korban ternyata Ning Apriliani. Dugaan sementara, korban dibunuh Jumat malam, lalu jasadnya dibuang ke Sungai Mentaya. Jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan kedua tangan dan kaki sebelah kiri terpotong.

Jenazah ditemukan, di Sungai Mentaya, Desa Babirah, Kecamatan Pulau Hanaut, Kotim dengan kondisi mengenaskan lantaran tanpa busana, serta lengan dan kaki putus, Minggu (8/1) sekitar pukul 12.00 WIB. Sementara ini, penyidik Polsek Sei Sampit Bagendang berupaya mengungkap kasus tersebut. [ndis]

KOMENTAR SERUU