Meteran Listrik

Bangkalan, Seruu.com - Akibat ulah oknum yang mengaku petugas PLN dengan mengganti alat Miniature Circuit Breaker (MCB) pada meteran listrik, dari daya 900 watt menjadi 450 watt, salah seorang warga Perum Telang asri, desa Telang, kecamatan Kamal, kabupten Bangkalan, harus terkena denda berlinai ratusan ribu oleh PLN UPJ setempat.

 

Adapun korban oknom petugas PLN yang tidak bertanggungjawab tersebut, Taufik (36) warga Perum Telang Asri, saat mendatangi kantor PLN UPJ Kamal menuturkan, kenapa pelanggan yang dikenai denda. Padahal dirinya yang dirugikan dengan penurunan daya dari 900 watt ke 450 watt listriknya sering jeglek.

“Penurun daya listrik di rumah saya itu, berawal dari sekitar 3 bulan lalu ada dua orang yang mengaku petugas PLN dan tidak tahu orang itu melakukan prubahan MCB dari 900 watt ke 450 watt,” ungkapnya. Jum’at (13/1/2012).

Dijelaskan Taufik, dirinya beserta keluarganya baru tahu dan kaget setelah ada operasi listrik (opal) di rumahnya. Dimana petugas opal langsung menyegel MCB meteran listrik, yang dalam berita acaranya tertera pelanggaran MCB karena tidak sesuai standart PLN.

“Kerugian yang dialami saya itu sejak ada penurunan daya, listrik sering jeglek, mau nyetrika pakaian, listrik mati, secara logika kalau di rumah saya daya listrik berubah di atas 900 watt, wajar kalau PLN yang rugi. Ini dayanya turun, yang rugi saya, kok malah dikenai denda,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala PLN UPJ Kamal, Ribusono, mengatakan, pembayaran denda tersebut, karena telah terjadi pelanggaran, yakni perubahan daya dari 900 watt menjadi 450 watt dan alat MCB yang digunakan tidak sesuai standart PLN.

“Seharusnya pak Taufik harus menanyakan bila ada orang yang mengaku petugas PLN atau siapapun yang akan merubah MCB meteran itu, tanyakan surat tugasnya,” ungkapnya.

Terpisah, ketua YLKI Bangkalan Fathurrahman Said mengatakan, denda yang dikenakan ke pelanggan PLN, Taufik, sepihak. Semisal semua pelanggaran di rumah pelanggan PLN yang dilakukan pihak ketiga harus dibebankan pada pelanggan, itu tidak logis.

“Saya kira kejadian yang dialami Taufik, ini juga dialami pelanggan lainnya. Kami akan melakukan pengkajian, di mana pelanggan sebagai konsumen selalu dipihak yang dirugikan. Akan membawa persoalan ke Jawa Timur atau kalau perlu ke Pusat,” tegasnya. [mif]

 

KOMENTAR SERUU