ilustrasi

Balikpapan, Seruu.com - Pembangunan terminal penumpang baru Bandara Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur, senilai Rp1,6 triliun, Kamis, resmi dimulai dan ditargetkan selesai 2014. Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak dan Direktur Utama PT Angkasa Pura Tommy Soetomo menekan tombol untuk membunyikan sirene bersamaan dengan proses pengeboran tanah untuk pemasangan tiang pancang bandara, yang diproyeksi akan mampu melayani hingga 10 juta penumpang per tahun.

Menurut Tommy Soetomo, proyek pembangunan terminal penumpang baru di Bandara Sepinggan memang proyek ambisius. Selain menyiapkan dana sebesar Rp1,6 triliun tersebut, Angkasa Pura juga sudah selesai membangun terminal baru yang kini dipakai Lion Air.

"Total Rp1,7 triliun dengan berbagai pengembangan lain di Bandara Sepinggan ini," kata Tommy yang didamping General Manager PT Angkasa Pura Sepinggan Balikpapan Herry AY Sikado.

Selain di Balikpapan, PT Angkasa Pura I juga mengembangkan Bandara Ngurah Rai di Denpasar, Bali, dengan investasi Rp2,7 triliun. Bandara Juanda di Surabaya dibuatkan terminal kedatangan yang baru senilai Rp1,1 triliun, dan pengembangan Bandara Syamsuddin Noor di Banjarmasin mendapat Rp500 miliar.

Pada Bandara Sepinggan, pembangunan akan berlangsung selama 30 bulan, atau baru akan selesai 2014 mendatang. Pada saat selesai tersebut, terminal akan menjadi 2 lantai dan luasnya menjadi 110.000 meter persegi dari sekarang yang hanya 1 lantai dan seluas 14.547 meter persegi.

Check in counter yang saat ini berjumlah 25 buah, akan menjadi 76 buah, area komersial dari 3.908 meter persegi menjadi 33.000 meter persegi.

Di sisi layanan, akan ada 11 unit aviobridge atau garbarata sebagai jalan penumpang masuk dan keluar pesawat udara. Saat ini belum ada garbarata di Bandara Sepinggan. Bagasi yang sementara ini masih ditangani secara manual sudah akan menggunakan shorter conveyor (ban berjalan) dengan barcode atau label dengan kode khusus.

Tempat pengambilan bagasi dari yang hanya tiga sekarang akan menjadi 10 unit. Meja imigrasi yang hanya 2 akan ditambah menjadi 8.

"Ini akan menaikkan kapasitas bandara dari 1,7 juta penumpang per tahun menjadi 10 juta penumpang per tahun," kata Tommy.

Jumlah penumpang itu juga yang menjadi alasan utama Angkasa Pura membangun terminal baru. Saat ini, dengan kondisi terminal yang hany cukup untuk 1,7 juta penumpang per tahun, Bandara Sepinggan Balikpapan dipadati hingga 5,7 juta penumpang per tahun.

"Hingga keadaanya tidak nyaman. Kalau ke toilet antre, cari troli rebutan, di ruang tunggu keberangkatan pasti ada penumpang yang tidak dapat tempat duduk karena jumlah kursi tidak cukup, tidak ada ruangan untuk ibu menyusui, kalau ada antrean, biasanya panjang," kata Tommy.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak berharap, proyek itu tidak menemui kendala yang berarti dan bisa selesai tepat waktu. "Karena ini jelas kebanggaan kami juga," katanya. [ndis]

KOMENTAR SERUU