Aksi Tolak Kekerasan Aparat dalam tragedi Mesuji dan Bima di Jakarta

Samarinda, Seruu.com - Sekitar 50-an orang aktivis dari kalangan LSM, mahasiswa dan warga korban kekerasan aparat kepolisian menggelar aksi demo di kantor Gubernur Kaltim, Kamis (12/1/2012).

Mereka menuntut penyelesaian konflik-konflik yang terjadi di Kaltim dengan tidak secara kekerasan atau tindakan represif aparat kepolisian, serta mereka meminta penarikan polisi dari daerah konflik karena polisi bukannya untuk menyelesaikan konflik justru membuat masalah.

Mereka tiba di Gubernuran sekitar pukul 10.30 wita, dan langsung dihadang pintu pagar Gubernuran yang tertutup dan sudah dijaga ketat puluhan aparat dari Satpol PP dan polisi. Sehingga mereka pun hanya membentangkan spanduk di pintu pagar, menyebarkan selebaran dan berorasi di depan pagar.

"Sampai hari ini, kasus-kasus konflik agraria tidak pernah selesai, justru semakin menjadi-jadi. Tak perlu jauh-jauh kita di Mesuji dan Bima, di Kaltim sendiri tak pernah ada yang selesai. Masih ingat, baru-baru ini 48 warga di Barambay ditangkap oleh polisi, padahal mereka menuntut hak-hak mereka, dan banyak hal lainnya," kata Korlap Demo Natalis melalui pengeras suara.

Ditambahkan Kahar Ali-Bahri, polisi kini bukan lagi pelindung rakyat seperti slogannya, tapi tak lebih sebagai pelindung perusahaan-perusahaan yang sudah jelas merampas hak-hak rakyat. Ini tak bisa dibiarkan, harus ada tindakan dari pemerintah.

"Maka itulah demo ini, kami meminta agar tuntaskan konflik agraria itu, dan tarik mundur TNI/Polri di wilayah konflik itu. Biarkan warga menuntut haknya, sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya dengan tegas. [trb/ndis]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU