Serang, seruu.com - Pelantikan Ratu Atut Chosiyah dan Rano Karno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, Rabu (11/1/2012), di Gedung DPRD setempat, diwarnai aksi unjuk rasa. Unjuk rasa digelar dua kelompok mahasiswa yang membawa aspirasi berbeda. Satu kelompok menyatakan dukungan terhadap pasangan Atut - Rano, kelompok lainnya menentang.

Untuk mencegah terjadinya bentrok antar dua kelompok berbeda ini sekaligus menjaga keamanan saat pelantikan berlangsung,  Kepolisian Daerah Banten mengerahkan sebanyak 1.700 personel.

Kepala Bina Operasi Kepolisian Daerah Banten Kombes Budiarto, mengatakan, pengamanan tersebut berjalan tertib dan tidak terjadi tindakan anarkis, meskipun mahasiswa dari dua kelompok yang berbeda itu ingin menerobos ke gedung DPRD Banten.

Pengamanan tetap dikedepankan tindakan persuasif dan damai, sehingga berjalan dengan kondusif.

Selain itu juga pengamanan pelantikan Gubernur Banten melibatkan sebanyak lima buah kendaraan water canon dan lima anjing pelacak. Kendaraan water canon dan anjing pelacak itu untuk menghalau massa agar tidak menerobos ke gedung DPRD setempat.

Begitu pula pengamanan berlapis dengan dipasang 'pagar betis' oleh anggota pasukan pengendalian massa. "Dengan pola pengamanan ketat dan berlapis akhirnya kondisi pelantikan pasangan Ratu Atut Chosiyah dan Rano Karno berjalan tertib dan damai," katanya.

Menurut dia, polisi tetap standar pengamanan mengedepankan persuasif, bukan tindakan kekerasan. Oleh karena itu, kata dia, petugas tidak dibekali dengan senjata api.  "Kami mengatasi aksi unjuk rasa tetap dengan cara-cara damai dan tidak terpancing dengan kekerasan," katanya. [ndis]

KOMENTAR SERUU