ilustrasi

Balikpapan, Seruu.com - Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Duta Bangsa di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, mengalami kerugian hingga Rp1 miliar lebih akibat banjir yang menerjang kawasan tersebut mulai Senin (9/1) tengah malam.

"Hampir semua fasilitas sekolah rusak atau hilang. Mulai dari alat tulis kantor, arsip-arsip, buku-buku perpustakaan, mebel sekolah yaitu kursi-kursi dan lemari, laboratorium komputer, peralatan praktik mesin dan otomotif, berbagai peralatan elektronik milik sekolah, hingga bahan bangunan. Bagaimana tidak, di halaman sekolah banjir mencapai 2 meter, dan di pelataran sekolah hingga setinggi dada," kata Kepala SMK Duta Bangsa Hamdani di Balikpapan, Selasa (10/1/2012).

Menurut dia, nilai kerugian yang diderita sekolah yang berada di Km 39 Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Karya Merdeka, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, itu mencapai Rp1 miliar lebih. Meja kursi dan mebel sekolah lainnya turut rusak karena terbuat dari partikel board.

Akibatnya, Hamdani terpaksa meliburkan kembali 256 siswanya hingga Jumat (13/1), padahal siswa baru saja masuk kembali setelah libur semester ganjil tahun ajaran 2011/2012.

"Sampai tadi siang banjir juga belum surut," sambung Hamdani.

Padahal, SMK Duta Bangsa baru saja menerima dana APBN sebesar Rp230 juta untuk membangun dua lokal bangunan baru. Ketika banjir menerjang, dua lokal penyelesaiannya sudah mencapai 70 persen.

"Banjir menghanyutkan bahan bangunan mulai dari pasir, semen, termasuk besi beton," tutur Hamdani lagi.

Yang lebih merisaukan Hamdani, Februari mendatang siswa-siswanya akan menjalani uji kompetensi. Sekolah juga sedang dinilai untuk mendapatkan ISO 9001-2008.

"Sekarang seperti mau buka sekolah baru, tidak ada meja kursi, tidak punya arsip," kata Hamdani.

SMK Duta Bangsa dibangun tahun 2007, kini memiliki 8 kelas, 256 siswa, 25 guru, 3 tenaga administrasi, dan seorang tukang kebun. Aset utama sekolah adalah peralatan praktik otomotif dan mesin senilai Rp500 juta.

Selain merendam SMK Duta Bangsa, banjir juga merendam tidak kurang dari 20 rumah warga RT 11 Kelurahan Karya Merdeka.

Menurut Ketua RT 11 Kelurahan Karya Merdeka Nur Khoirisam, sekolah itu mulai terendam banjir pukul 03.00 Wita dinihari. Nur Khoirisam mengatakan, selain merendam sekolah hingga ke plafon, air juga masuk hingga semata kaki ke 20 rumah warga di sekitar sekolah.

Rumah-rumah tidak terlalu parah terendam karena berada di tanah yang lebih tinggi. Namun demikian, ada warga yang kehilangan ternak seperti ayam dan mengalami kerusakan bahan pangan karena terbawa banjir atau terendam air.

Menurut Nur, banjir terjadi karena meluapnya Sungai Saka Kanan, anak Sungai Merdeka. Sungai Saka Kanan meluap karena di hulunya terjadi hujan. SMK Duta Bangsa sendiri berlokasi tidak jauh dari di tepi sungai. "Juga karena pendangkalan sungai dan aktivitas penambangan batubara di hulunya yaitu di sekitar Taman Hutan Raya Bukit Soeharto di Km 38 Jalan Soekarno-Hatta," kata Nur yang rumahnya juga terendam dan kehilangan pasir barang dagangannya. [ndis]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: star bwstar goldstar bwstar bwstar bw (1 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU