Banda Aceh, Seruu.com -  Rumah Wakil Ketua DPRK Aceh Utara Misbahul Munir di Desa Keude Krueng, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, Provinsi Aceh, dilempar bom molotov, Selasa (10/1) dini hari. Rumah tersebut juga ditembaki dengan senjata api laras panjang oleh sejumlah orang tidak dikenal. Namun, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Misbahul Munir salah satu bakal calon bupati Aceh Utara. Ia akan maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui jalur independen. Pilkada serentak dijadwalkan digelar pada 16 Februari 2012.

"Kami sedang mendalami kasus teror bersenjata yang terjadi terhadap rumah wakil ketua DPRK Aceh Utara pada pulul 03.55 WIB itu," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Aceh, Komisaris Besar Polisi Gustav Leo di Banda Aceh, Aceh.

Saat kejadian, pemilik rumah dan keluarganya sedang berada di luar daerah. Para pelaku diduga menggunakan senjata api jenis SS1. Polisi menemukan sejumlah barang bukti, antara lain enam butir selongsong peluru dan sebuah bom molotov yang tidak meledak.

"Kami terus mengembangkan kasus ini dan menurut laporan pelakunya melarikan diri ke arah Bireuen setelah melakukan aksinya di rumah wakil ketua DPRK Aceh Utara. Kita sudah berkoordinasi dengan kekuatan di Bireuen," kata Gustav Leo.

Informasi yang diperoleh dari Aceh Utara, menyebutkan pelaku menggunakan sepeda motor. Mereka memakai penutup wajah (sebo) saat beraksi.

Sebelum melempar bom molotov dan menembak, pelaku sempat melumuri minyak tanah dicampur solar ke rumah Wakil Ketua DPRK Aceh Utara. Terdapat beberapa lubang bekas tembak dan sebagian rumah sempat terbakar.

Rangkaian kekerasan bersenjata di Aceh dalam beberapa pekan terakhir telah menyebabkan enam orang tewas. Tiga pekerja penggali kabel Telkom di Bireuen dan seorang pelayan toko mainan di Kota Banda Aceh ditembak orang tak dikenal.

Selanjutnya seorang di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, dan satu pekerja bangunan (buruh) rumah toko di Simpang Aneuk Galong Sibreh, Kabupaten Aceh Besar. Sementara korban luka tembak dalam kasus kekerasan bersenjata 10 hari terakhir itu tercatat sepuluh orang.

SS1 adalah singkatan dari Senapan Serbu 1, senapan serbu yang banyak digunakan oleh TNI dan POLRI. Senapan ini diproduksi oleh PT. Pindad Bandung, berdasarkan senapan FN FNC dengan lisensi dari perusahaan senjata Fabrique Nationale (FN), Belgia.

Senapan ini menggunakan peluru kaliber 5.56 x 45 mm standar NATO dan memiliki berat kosong 4,01 kg. Senapan ini bersama-sama dengan M16, Steyr AUG dan AK-47 menjadi senapan standar TNI dan POLRI, tapi karena diproduksi di Indonesia, senapan ini paling banyak digunakan.  [ms]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU