Semen

Tarakan, Seruu.com - Kenaikan harga semen semakin tak terkendali. Di beberapa tempat di Tarakan, harga semen bahkan kemarin mencapai Rp 95 ribu per sak. Harga ini menjadi harga termahal setelah beberapa waktu lalu sempat mengalami kenaikan hingga Rp 70 ribu per sak.

Meroketnya harga ini membuat sejumlah kontraktor mengeluh. Mereka pun mendatangi kantor DPRD Kota Tarakan. Kontraktor yang tergabung dalam Gapensi, Gapeknas, Gapeksindo, Aksindo dan Gabeksido Kota Tarakan kemudian ‘curhat’ ke Komisi II DPRD Kota Tarakan.

Wakil Ketua Gabungan Pengusaha Kontruksi Seluruh Indonesia (Gapeksindo) Kota Tarakan, Tamsil Jamaluddin SH mengatakan, kedatangan mereka di gedung parlemen untuk menindaklanjuti niat mereka 2 bulan lalu, yakni agar dewan mengadakan hearing dengan instansi terkait. Namun, hingga harga semen naik Rp 70 ribu per sak dewan tak kunjung membahas keluhan mereka. Padahal, saat mereka mengadu ke DPRD beberapa waktu lalu, harga semen baru berkisar Rp 63 ribu hingga Rp 65 ribu.
 
Hingga akhirnya harga semen mencapai paling klimaks,yakni Rp 95 ribu, mereka pun memutuskan segera mendatangi anggota dewan dan meminta Komisi II DPRD Kota Tarakan memfasilitasi pertemuan para kontraktor dengan instansi terkait dan pihak distributor.

“Yang kita sesalkan juga, mengapa Disperindakop saat itu (2 bulan lalu, Red) mengadakan rapat dengan distributor tidak melibatkan kami (kontraktor, Red). Hasilnya pun bukan menekan harga, tapi malah menetapkan harga sepihak,” ungkap Tamsil kepada Radar Tarakan usai menemui sejumlah anggota Komisi II DPRD Kota Tarakan.

Dijelaskan Tamsil, kenaikan harga semen sebenarnya sudah terasa sejak 4 bulan lalu. Saat itu, kontraktor tengah getol-getol menyelesaikan proyek akhir tahun. Namun, secara perlahan harga semen mulai beranjak naik hingga akhirnya menjadi Rp 63 ribu hingga Rp 65 ribu sekitar  2 bulan lalu. “Padahal dalam penawarannya cuma Rp 58 ribu hingga Rp 59 ribu,” katanya.

Hal lain yang mengherankan Tamsil, jika di Tarakan mencapai Rp 90-an ribu, mengapa di luar Tarakan justru tidak melebihi Rp 60 ribu. “Padahal, logikanya semen itu bongkarnya di Tarakan dulu. Kemudian, beberapa waktu lalu sempat ditemukan penimbunan, artinya ada indikasi penyimpangan di sini dan perlu kita bicarakan dengan serius,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tarakan, H Fadlan Hamid mengatakan, siap memfasilitasi instansi terkait, distributor dan kontraktor dalam hearing yang digelar hari ini yang dijadwalkan sekira pukul 10.00 Wita atau pukul 14.00 Wita. “Kita akan mengundang semua pihak yang terkait, untuk membahas apa sebenarnya yang terjadi dan apa solusinya, Insya Allah besok kita bahas,” kata Fadlan Hamid.  [ndis]

KOMENTAR SERUU