Jakarta, Seruu.com - Para penumpang atap KRL sedianya akan diberi sanksi pada Rabu 11 Januari mendatang jika masih membandel. Namun PT KAI batal memberikan sanksi dengan alasan tidak disetujui Polda Metro Jaya.

"Diundur karena Polda minta ada praoperasi," ujar Kepala Penertiban PT KAI Daops I, Akhmad Sujadi, kepada wartawan, Senin (9/1/2012).

Menurut Sujadi, diperkirakan sanksi akan diterapkan pada 21 Januari atau 31 Januari. Sebagai gantinya, pada Rabu 11 Januari mendatang, PT KAI akan mengadakan pertemuan dengan para penumpang di atap KRL.

"Kami akan adakan pertemuan dengan para ataper (perkumpulan penumpang atap KRL). Rencananya Rabu pukul 17.00 WIB di Jakarta Kota," kata Sujadi.

Sujadi menambahkan, ada 19 perkumpulan penumpang atap KRL Jakarta-Bogor. Namun pihaknya baru menggalang 5 perkumpulan.

Sebelumnya, segala cara dilakukan oleh PT KAI agar atap KRL bebas penumpang. Salah satunya dengan pintu koboi dan menyemprot cat warna ke penumpang 'nakal' tersebut. Bahkan PT KAI sempat mengerahkan ustaz dan kelompok marawis untuk menyadarkan para penumpang yang suka nangkring di atap KRL. [ndis]

KOMENTAR SERUU