Pembakaran di Sampang

Surabaya, Seruu.com - Syiah dinilai ajaran sesat. Sesat karena kelompok ini membolehkan salat wajib hanya tiga kali sehari. Demikian ditegaskan Ketua Pengurus Wilayah Nadlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Kiai Haji M.H. Mutawakkil Alallah, Senin (9/1).

"Kelompok Syiah juga menghina sahabat Nabi, serta menyatakan orang yang tak turut dalam kelompok mereka bukanlah orang Islam," tambah Mutawakkil.

Menurut dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan seluruh ulama di Sampang, Madura, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat buat memberesi ajaran yang dibawa ustad Tajul Malik di Sampang, itu.

"Kami harap, aparat membubarkan kelompok Syiah. Jika dibiarkan berkembang keberadaan mereka akan menabrak konstitusi. Aliran itu hanya mengakui satu pimpinan dan imam, yakni yang masih ada hubungan keluarga dengan pimpinan sebelumnya. Hal itu bisa memecah persatuan dan kesatuan bangsa," terang Mutawakkil.

Mutawakkil juga berharap, Tajul Malik segera ditangkap. Musababnya, ajaran yang disebarkan Tajul memicu keresahan masyarakat.

Mutawakkil benar. Sebelumnya, ratusan warga Sampang yang resah menyerbu dan membakar kompleks Pesantren Misbahul Huda di Nangkernang, Desa Karang Gayam. Pesantren di bawah pengasuhan Tajul itu dianggap menyebarkan ajaran sesat.

Sedikitnya empat rumah habis dibakar, termasuk sebuah toko, madrasah, dan musala. [ms]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU