Ilustrasi Proyek Yang Terbengkalai

Batam, Seruu.com - Pembangunan dua jembatan penyeberangan depan Top 100 Tembesi dan Plaza Batamindo Mukakuning terbengkalai setelah perusahaan pemenang tender tidak mampu menyelesaikan proyek hingga batas waktu yang ditentukan.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, Muramis di Batam, Senin mengatakan proyek tersebut akan ditender ulang pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan sekitar pertengahan 2012 mendatang.

"Kelanjutan pengerjaannya akan kami anggarkan ulang pada APBD perubahan nanti. Untuk kontaktor lama kami anggap melakukan wan prestasi, sisa 10 persen dari kontrak tidak kami bayar, serta dana jaminannya kami tarik," kata dia.

Ia mengatakan, besar jaminan yang disita yaitu 5 persen dari nilai kontrak sebesar Rp2,4 miliar atau sekitar Rp120 juta.

"Kerugian perusahaan itu jadi tambah lagi 10 persen dari yang tidak dibayar. Hal ini sudah diperiksa konsultan dan inspektorat," kata dia.

Berdasarkan kontrak, jembatan tersebut dibangun mulai 16 Agustus 2011 dengan jangka waktu 120 hari kerja atau berakir sekitar pertengahan Desember 2011. Namun dalam kenyataannya sebelum dihentikan pada awal Januari pengerjaannya belum selesai.

"Pihak perusahaan beralasan pengerjaannya sempat tertunda 9 hari karena kerusuhan dan meminta perpanjangan waktu. Pemerintah telah mencoba cari aturan yang bisa kabulkan permintaan tersebut. Tapi tidak ada aturan untuk melanjutkan kontrak yang telah habis masanya," kata dia.

Menanggapi penilaian banyak pihak yang merasa pembangunan penyeberangan di Top 100 Tembesi tidak tepat, Muramis mengatakan pembangunan tersebut sudah sesuai dengan usulan dari Pemerintah Kota Batam.

Ketua Komisi II DPRD Kota Batam, Yudi Kurnain sebelumnya menyatakan pembangunan jembatan penyeberangan di Mal Top 100 Tembesi kurang tepat karena daerah tersebut termasuk sepi dan tidak ada pemukiman penduduk.

"Di sekitar jembatan tersebut tidak ada pemukiman, dan lalu lintasnya pun belum begitu padat. Seharusnya dibangun pada tempat yang benar-benar membutuhkan seperti SP Plaza Sagulung yang sering terjadi kecelakaan," kata dia.

Kepala Dinas Tata Kota (Distakot) Batam, Gintoyono sebelumnya juga mengatakan sebenarnya pembangunan di depan Mal Top 100 Tembesi perlu dikaji ulang.

"Untuk yang di Mal Top 100 Tembesi memang perlu dikaji ulang dan harus dilihat lintas harian rata-rata (LHR) kendaraan dan orang yang melintas di daerah tersebut," kata Gintoyono.

Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan juga mengatakan pengerjaan jembatan tersebut sepenuhnya proyek Provinsi. [ndis]

KOMENTAR SERUU