Kantor rektorat Universitas Islam Makassar (UIM

Makassar, Seruu.com - Pejabat rektorat Universitas Islam Makassar (UIM) semakin arogan dalam menanggapi aksi mahasiswa. Pasalnya mereka sudah menutup diri untuk membuka dialog dengan mahasiswa yang memprotes sanksi pemecatan dan skorsing terhadap 4 mahasiswa di kampus tersebut.

Puncak arogansi dari Kampus UIM Makassar adalah saat para pengunjuk rasa dibubarkan paksa oleh puluhan laskar Banser Nahdathul Ulama (NU), yang juga under bow dari organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdathul Ulama (NU) ini.

Dalam aksi tersebut terlihat belasan anggota banser NU langsung masuk ketengah-tengah pengunjuk rasa dan memukul mahasiswa. Mereka menghalau agar mahasiswa meninggalkan depan rektorat tersebut. Tak hanya itu, Banser NU ini juga mengejar mahasiswa yang berusaha berlari menyelamatkan diri.

Kericuhan ini berawal saat para mahasiswa terlibat adu mulut dan saling dorong dengan banser NU. Tapi karena tidak ada kesepakatan, kericuhan mahasiswa dan Banser NU tidak terhindarkan.

Aksi mahasiswa dari sejumlah lembaga kemahasiswaan ini merupakan hari ke tujuh. Mahasiswa menolak sanksi skorsing dan pemecatan terhadap empat mahasiswa rekan mereka. Mereka menganggap sanksi tersebut tidak beralasan.

Makanya itu, mahasiswa menuntut agar rector UIM, yang juga istri Wakil Gubernur Sulsel ini mundur dari jabatannya. Sebab dinilai gagal dalam memimpin UIM Makassar.

Seperti diketahui, dua orang mahasiswa menerima surat pemecatan dari Fakultas Sospol karena pihak Universitas menemukan botol minuman keras yang diduga dilakukan dua mahasiswa tersebut. Sedangkan dua lainnya mendapat skorsing satu tahun dari fakultas MIPA, karena menuduh keduanya melakukan pencoretan dinding. [hsb]

Tags:

BAGIKAN


Rating artikel: (0 rates)
Rating
  • star goldstar bwstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar bwstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar bwstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar bw
  • star goldstar goldstar goldstar goldstar gold
KOMENTAR SERUU