SeruuMart - Digital Marketplaces
Kamis, 29 Juni 2017

Ambon, Seruu.com - Jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan di Provinsi Maluku setiap tahun terus mengalami penurunan dari 31,14 persen pada 2007 menjadi 23,00 persen pada 2011.

"Khusus untuk triwulan ketiga 2011, persentase penduduk miskin berkurang menjadi 22,45 persen pada September dibanding Maret sebesar 23,00 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku, Edison Ritonga di Ambon, Jumat.

BPS juga berharap untuk penghitungan jumlah penduduk miskin yang dilakukan secara penggabungan dari triwulan I - IV 2012 akan terus menurun hingga mencapai level 21,00 persen.

Selama periode Maret - September 2011, peneduduk miskin di daerah perdesaan di Maluku berkurang 800 orang, sedangkan untuk daerah perkotaan berkurang sebanyak 3.110 orang dan persentase penduduk miskin di daerah perdesaan masih cukup tinggi mencapai 30,03 persen dibanding daerah perkotaan sebesar 9,59 persen.

Menurut Edison, jumlah penduduk miskin di Maluku pada September 2011 sebesar 356.400 orang dari 1,5 juta jiwa penduduk dibanding Maret mencapai 360.320 orang berarti turun 3.920 orang.

Besar kecilnya jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh garis kemiskinan, karena penduduk miskin adalah mereka yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

Selama periode Maret-September 2011, garis kemiskinan naik sebesar 9,62 persen, yaitu dari Rp245.120 per kapita per bulan pada Bulan Maret menjadi Rp265.701 per kapita per bulan selama September.

"Dengan memperhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari GK Makanan dan GK Bukan Makanan, maka peranan komoditi makanan jauh lebih besar dibanding peran komoditi bukan makanan berupa perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan, dan pada September kemarin sumbangan GKM terhadap GK sebesar 73,52 persen," kata Edison.

Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin, dan dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan sehingga selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan mengurangi kemiskinan sekaligus harus dapat mengurangi tingkat kedalaman dan keparahannya.
[ndis]

KOMENTAR SERUU