Solo, Seruu.com - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) secara resmi menggugat polisi. Gugatan ini dilayangkan menyusul aksi unjuk rasa menentang kekerasan aparat di Bima di Jalan Solo-Semarang 27 Desember lalu, yang berakhir bentrok. Usai kejadian tersebut, polisi menangkap 18 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Selain menggugat Polri ke meja hijau, para mahasiswa juga melaporkan penganiayaan yang dialami16 mahasiswa saat ditangkap, kepada Komnas HAM. Koordinator korban Arif Saifudin Yudistira mengatakan, pihaknya sepakat menunjuk kuasa hukum untuk menggugat polisi yang dianggapnya sudah keluar batas.
 
“Pokoknya kami berikan wewenang sepenuhnya. Ini bukan balasan, tapi mencari keadilan,” terang dia dengan nada lantang, Di Sukoharjo, Jumat (6/1/2012).
 
Mahasiswa menggugat karena tak terima atas penganiayaan polisi terhadap 16 demonstran ketika digelandang ke Polres Sukoharjo. “Kalau ada indikasi penaniayaan aparat pada mahasiswa, itu bisa melanggar HAM. Dan yang menjadi perhatian, hak untuk mengungkapkan pendapat dicederai,”ujarnya. [ndis]

KOMENTAR SERUU